6 Fakta Aisha Nurra Datau Main Film Jodoh 3 Bujang, Ketika Putri Ine Febriyanti Jatuh Cinta Seni Peran

Usai membintangi Dua Hati Biru, Aisha Nurra Datau adu akting dengan Jourdy Pranata di film Jodoh 3 Bujang karya sineas Arfan Sabran. Ini 6 fakta serunya.

Diterbitkan 17 Juni 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu bintang muda yang bersinar kariernya di layar lebar, Aisha Nurra Datau. Setelah membintangi film Dua Hati Biru, aktris kelahiran 31 Juli 2004, ini adu akting dengan Jourdy Pranata dalam Jodoh 3 Bujang.

Dalam film karya sineas Arfan Sabran itu, Aisha Nurra Datau sebagai Rifa. “Aku dan Rifa sangat beda dari semua aspek. Rifa berada di lingkungan keluarga berpendidikan, bapaknya pebisnis, ibunya dokter,” katanya.

Aisha Nurra Datau lahir dari keluarga seniman. Ibunya Ine Febriyanti, peraih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Budi Pekerti. Ayahnya Yadi Dattau, penata sinematografi yang telah menang 5 Piala Citra.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menghimpun 6 fakta Aisha Nurra Datau membintangi Jodoh 3 Bujang, yang diproduksi Starvision Plus. Film ini menyapa bioskop seluriuh Indonesia mulai 26 Juni 2025.

 

1. Kesan Pertama Begitu Bahagia

Kali pertama baca naskah Jodoh 3 Bujang, Aisha Nurra Datau bahagia menyadari Indonesia punya banyak budaya. Ini kali pertama ia membintangi film bertema budaya, khususnya Makassar. Aisha Nurra Datau makin bahagia saat tahu lawan mainnya Jourdy Pranata.

“Jadi excited khususnya main sama Kak Jourdy yang aku kenal dari kali pertama masuk kelas akting Rumah Art. Waktu itu umurku 17 tahun, ketemu dia, lalu dapat kesempatan main dengan cerita yang segar. Itu bikin aku tertarik main Jodoh 3 Bujang,” ia mengenang.

 

2. Nurra dan Rifa Beda Banget

Aisha Nurra Datau menyebut Rifa beda 180 derajat dengannya. Rifa sangat mementingkan pendidikan. Aisha Nurra Datau juga tadinya mementingkan pendidikan terus kecempung di dunia seni peran lalu dokus di bidang tersebut.

“Ada banyak hal yang aku bayangkan ada di Rifa, yang seharusnya dia ambil keputusan-keputusan ini jika dia tumbuh dari keluarga seperti ini, enggak sesuai sama ekspektasiku. Jadi sulit buat aku menerima karakter Rifa,” Aisha Nurra Datau membeberkan.

 

3. Kehebatan Arfan Sabran

Pendalaman karakter memudahkan Aisha Nurra Datau menjadi Rifa. Ia deg-degan bekerja sama dengan Arfan Sabran. Apalagi Jodoh 3 Bujang menandai debut sang sineas dalam film fiksi panjang. Sebelumnya, Arfan Sabfran lebih dikenal sebagai sutradara film dokumenter.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Lebih ke deg-degan, cocok enggak gaya penyutradaraan Mas Arfan yang kita tahu latarnya dari dokumenter dan ini film pertamanya. Ternyata, cocok banget!” ujarnya lalu menyebut, “Ia memberi kami ruang yang luas untuk mengeksplorasi peran tapi tetap dalam arahan dia.”

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan