Makna Lagu Get Back dari The Beatles: Sindiran untuk Para Anti Imigran di Inggris yang Dijadikan Judul Film Dokumenter

Banyak hal menarik di balik fakta dan makna lagu "Get Back" yang diciptakan dan dipopulerkan The Beatles. Seperti apa selengkapnya? Simak berikut ini.

Diterbitkan 04 Juni 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta LaguGet Back” dari The Beatles menyimpan kisah panjang yang menarik sekaligus sarat makna. Awalnya, lagu ini ditulis oleh Paul McCartney sebagai komentar satir terhadap isu imigrasi yang sedang panas di Inggris pada akhir 1960-an. Dalam versi awalnya, terdapat lirik yang berbunyi “I dig no Pakistanis” yang menegaskan makna lagu ini menyinggung sentimen anti-imigran. Namun, Paul McCartney memutuskan untuk membuat lirik yang lebih halus dan universal agar tidak menyinggung pihak mana pun.

Sebenarnya, lagu ini ditujukan untuk menjadi judul album sekaligus film dokumenter tentang proses kreatif The Beatles di studio. Setelah vakum dari panggung sejak 1966, keempat personel The Beatles kembali bersemangat untuk tampil setelah membuat video promo “Hey Jude” di depan penonton pada September 1968. Konsep awal proyek ini adalah mengembalikan mereka ke akar musik awal, yakni bermain secara live tanpa rekayasa studio.

Get Back” menjadi lagu yang paling mendekati semangat tersebut. Diproduseri George Martin, lagu ini dirilis pada April 1969 sebagai single lanjutan dari “Hey Jude.” Lagu ini pun sukses besar, hingga merajai sejumlah tangga lagu di berbagai negara.

Namun, perjalanan album yang diberi judul lagu ini terkendala. Engineer bernama Glyn Johns awalnya diminta untuk merangkai album dari rekaman sesi latihan yang lebih terdengar mentah. Saat film dokumenter Let It Be diedit dari rekaman sesi studio dan penampilan rooftop, album ini sempat terbengkalai. Dalam kurun waktu itu, The Beatles justru merekam album Abbey Road, merilisnya, lalu bubar.

Phil Spector, yang pernah memproduseri lagu solo John Lennon, “Instant Karma,” kemudian diundang untuk menata ulang album ini, yang akhirnya diberi judul Let It Be. Spector menambahkan orkestra dengan teknik “Wall of Sound,” membuat album yang awalnya direncanakan mentah justru terdengar lebih megah. Album ini akhirnya dirilis pada 8 Mei 1970, setelah The Beatles resmi bubar.

Penampilan ikonik

Penampilan ikonik “Get Back” di atap kantor Apple Records pada 30 Januari 1969 menjadi momen klimaks dalam film dokumenter mereka. Mereka tahu bahwa polisi akan segera membubarkan aksi tersebut, namun band ini merahasiakan rencana tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Hasilnya, mereka berhasil memainkan “Get Back” tiga kali sebelum dihentikan polisi. Momen ini sukses menjadi penutup film yang berkesan. Bahkan, audio dan canda tawa mereka di rooftop digunakan untuk menambah nuansa live dalam beberapa versi rekaman “Get Back.” Dalam versi single, lagu ini berdurasi 3:11 dan memiliki ending palsu di menit 2:34 sebelum Paul McCartney kembali bernyanyi dengan gaya spoken verse: “Get back Loretta, your mummy’s waiting for you, wearing her high-heeled shoes and her low-neck sweater, get back home, Loretta.” Sementara itu, versi album sedikit lebih pendek (3:09) dan diawali dengan potongan sesi latihan, di mana John Lennon meledek lirik pertama Paul McCartney dengan: “Sweet Loretta fat she thought she was a cleaner, but she was a frying pan.”

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan