6 Fakta It Was Just an Accident Peraih Palme d'Or Festival Film Cannes 2025, Termasuk Langgar Aturan di Iran

Dengan sejumlah fakta mengenai It Was Just An Accident, apakah Jafar Panahi berani kembali ke Iran?

Diterbitkan 26 Mei 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film It Was Just an Accident dari sineas Iran berhasil menggondol penghargaan tertinggi Palme d'Or di Festival Film Cannes 2025. 

Film thriller ini mengisahkan tentang kecelakaan yang dialami seorang pria bernama Eghbal tengah bermobil bersama istrinya. Ia menabrak anjing sehingga kendaraannya rusak. Saat ke bengkel dan hendak memperbaiki mobilnya, sang montir yang juga merupakan mantan tahanan politik, mencurigainya sebagai orang yang dulu pernah menyiksanya di penjara. 

Sang montir menguntit Eghbal, dan menculiknya. Bersama rekannya yang pernah ditahan, mereka mencoba mencocokkan identitas sang penyiksa dengan Eghbal. Namun sulit, karena mata mereka ditutup selama ditahan. 

Ada banyak cerita menarik di balik produksi dan juga eksibisi film karya sutradara Jafar Panahi ini. Berikut kami sarikan enam di antaranya. 

1. Film Pertama Bebas dari Penjara

The Hollywood Reporter mencatat bahwa It Was Just an Accident merupakan film pertama sang sutradara sejak dibebaskan dari penjara pada Februari 2023.

BBC mewartakan bahwa ia dipenjara selama tujuh bulan karena protes atas dua rekan sineasnya yang ditahan karena kritis terhadap pemerintah.

Jafar Panahi memang bolak-balik bergesekan dengan pemerintah Iran, mulai dari ditahan, menjalani hukuman penjara, tahanan rumah, hingga larangan membuat film dan melakukan perjalanan. 

2. Inspirasi dari Penjara 

Pengalaman dipenjara, justru dijadikan Jafar Panahi sebagai materi pada karyanya ini. 

Dilansir dari BBC, karakter-karakter dalam film It Was Just an Accident terinspirasi oleh percakapan yang dilakukannya dengan tahanan lain.

"Dengan caranya sendiri, bukan aku yang membuat film ini. Republik Islam-lah yang membuat film ini, karena ia memasukkanku ke penjara," kata dia kepada The Hollywood Reporter. 

 

3. Syutingnya Dilakukan Secara Rahasia

It Was Just An Accident adalah produksi bersama antara Iran, Prancis, dan Luxembourg. Sejumlah media memberitakan bahwa proses produksi film ini dilakukan secara rahasia, bahkan tanpa mendapat surat izin syuting dari pemerintah Iran.

Proses pasca-produksi kemudian dilakukan di Prancis untuk menghindari masalah lebih lanjut.

 

4. Tanpa Hijab

Aktris dalam film ini tidak mengenakan hijab, yang melanggar aturan yang berlaku di Iran. Salah satu aktris dalam film ini, Mariam Afshari, mengatakan It Was Just An Accident adalah “cara untuk menunjukkan apa yang kami alami, dan perjuangan kami.”

5. 8 Menit Standing Ovation

Saat ditayangkan di Festival Fim Cannes, It Was Just An Accident mendapat sambutan hangat dari hadirin. The Hollywood Reporter mencatat film ini meraih 8 menit standing ovation, dan tak sedikit penonton yang terlihat berurai air mata.  

Dalam pidatonya, Jafar Panahi memberi penghormatan kepada sutradara, aktor, dan aktivis Iran yang masih dipenjara atau dilarang bekerja.

6. Ingin Kembali ke Iran

Dengan sejumlah fakta mengenai It Was Just An Accident, tampaknya kembali ke Iran memiliki risiko yang besar untuk Jafar Panahi. Namun ia justru memastikan bahwa hal inilah yang akan dilakukannya. 

"Begitu aku menyelesaikan pekerjaanku di sini, aku akan kembali ke Iran. Dan aku akan bertanya pada diri sendiri, apa filmku selanjutnya," kata Jafar Panahi kepada media di Cannes.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Maternity Shoot, Simpel tapi Penuh Makna

Ratnaning Asih, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan