Mawar de Jongh Akui Gaya Busananya Simpel Elegan, Baju Lembut dan Wangi Tambah Rasa Percaya Diri

Mawar de Jongh berbagi perspektif soal gaya busananya selama ini yang simpel sekaligus elegan. Baginya, pakaian lembut dan wangi sangat penting.

Diperbarui 13 Februari 2025, 22:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pilihan Lebih Bijak dan Bertanggung Jawab

Peluncuran ini dimeriahkan dengan sesi gelar wicara dan workshop interaktif bersama Pendiri KaIND, Melie Indarto. Ia mengulas barang mode berbahan alami seraya mengaku, mendirikan KaIND karena resah 99 persen bahan fashion di Indonesia masih impor.

“Bicara fashion, tentu dari seratnya, benang, kain, itu 99 persen impor. Bicara serat, banyak di Indonesia, serat dari tumbuhan yang bisa dipakai jadi produk fashion. Serat rami. Ada serat nanas, bahkan daun pisang,” Melie Indarto membeberkan.

“Jadi sustainable fashion bukan sekadar tren. Tapi, sudah menjadi komitmen sekaligus pernyataan diri bahwa kami adalah karakter yang aware dengan gaya hidup lebih sehat serta ramah lingkungan,” ia menyambung.

Senada dengan Mawar de Jongh, Melie Indarto menyebut, pakaian yang lembut adalah kunci. KaIND menggunakan peace silk dan bahan-bahan dari alam lainnya yang lembut sekaligus ramah lingkungan selama proses produksinya.

“Saya ingin menunjukkan kebaikan alam bisa hadir dalam fesyen tanpa mengorbankan kualitas atau estetika. Tidak hanya mengikuti tren, tapi inilah komitmen menciptakan dampak positif lewat pilihan yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan