Melanie Putria Sambut Hangat Pusat Genomic Hadir di Indonesia, Sorot Manfaatnya Bagi Kesehatan

Melanie Putria menyambut hangat hadirnya genomic center di Indonesia khususnya Jakarta. Ia mendengar manfaat studi soal pemeriksaan gen sejak lama.

Diperbarui 09 Februari 2024, 22:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banyak masyarakat yang berobat atau menjalani pemeriksaan kesehatan ke luar negeri. Walhasil banyak uang “terbang” ke mancanegara. Sudah saatnya, masalah kesehatan orang Indonesia diselesaikan di Tanah Air. Genomic Center diharapkan menjadi salah satu solusi.

“Bagaimana (masalah) kesehatan bisa diselesaikan di Indonesia. Berarti orang Indonesia mulai dari man power, fasilitas, alat, keilmuan, dan lain-lain harus tersedia di Indonesia. Itu menjadi dasar kami memahami bahwa sejatinya, kami tidak bisa berdiri sendiri,” terangnya.

Karena tak bisa berdiri sendiri, kolaborasi jadi solusi. Senada dengan Chamim, Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyebut di era sekarang, kolaborasi tak bisa dihindari. Kalau mau maju bersama, jangan ragu membuka pintu kolaborasi dengan pihak lain yang sevisi.

“Itu karena Brawijaya Hospital Saharjo terbuka dengan segala perubahan, ilmu, dan teknologi baru. Terbuka terhadap inovasi di bidang laboratorium, saya pikir itu yang paling baru yang perlu dimanfaatkan. Keterbukaan itu sangat saya apresiasi,” tutur Dewi Muliaty.

 

Memahami Tubuh Sendiri

Dalam konferensi pers dijelaskan bahwa gen tersembunyi dalam tubuh sel karena menyimpan informasi penting. Sekarang ada teknologi yang bisa mengungkap gen agar manusia bisa memahami diri sendiri dengan lebih baik.

Prosedur pemeriksaan gen dilakukan dengan cara terbaik yakni mengambil sampel darah. Pemeriksaan gen pun fleksibel. Hanya perlu sekali seumur hidup dan bisa dilakukan kapan saja, dari bayi hingga usia dewasa.

Tak heran jika Melanie Putria antusias mendengar kabar genomic center telah hadir di Indonesia. Ia mengingatkan jumlah kasus penyakit di Tanah Air akan makin bertambah jika tidak ada kesadaran di kalangan masyarakat untuk mengenali tubuh sendiri dan faktor risikonya.

“Tidak mendeteksi dini, orang enggak tahu informasi, kurangnya pengetahuan, takut memeriksakan diri. Ini yang menjadikan banyak sekali kasus kanker, jantung, dan penyakit degeneratif lain,” Melanie Putria mengingatkan.

“Saat Brawijaya dan Prodia berkolaborasi, saya happy. Saya bisa lihat di sini spesifikasinya prevention, pencegahan. Kita jadi tahu kondisi tubuh kita, risiko yang mungkin terjadi. Ini hal baik yang harus disambut sejalan dengan majunya teknologi di bidang medis,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan