6 Fakta Masayu Anastasia Jadi Sinden di Paku Tanah Jawa, Pantang Pakai Parfum Bunga dan Pikiran Kosong

Masayu Anastasia jadi sinden dalam film baru Paku Tanah Jawa. Ia menjalani sejumlah ritual dari puasa, pantang pikiran kosong dan pakai parfum bunga.

Diperbarui 03 Juni 2023, 21:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Ketika memegang ular, harus lebih tenang. Ular itu tidak boleh lagi birahi, tidak boleh lagi kelaparan. Cara memegangnya itu kita tidak boleh pegang dari buntutnya. Kita pegang (bagian tubuh) satu jengkal dari kepala,” ucapnya.

4. Dilarang Parfum Wangi Bunga

Untuk mendalami peran sinden, Masayu Anastasia konsultasi dengan sinden asli dari Yogyakarta. Ia menerima banyak nasihat salah satunya disarankan tidak menggunakan parfum wangi bunga.

“Itu aku belum mendapat jawabannya tapi dikasih tahu saja tidak boleh pakai parfum wangi bunga melati. Mungkin takut memanggil atau mengundang makhluk lain. Makanya tidak bisa sembarangan juga jadi sinden,” Masayu Anastasia menyambung.

 

5. Sinden Mesti Puasa

Sinden asli ini tak mau berbagi nasihat dan pelajaran lewat Zoom. Ia ingin bertemu langsung dengan Masayu Anastasia. Namun, ibu satu anak ini sudah mendapat beberapa bocoran.

Salah satunya soal puasa. “Ya. Yang aku dengar begitu. Kemarin sempat ngobrol, ada puasa itu yang harus dilakukan (untuk mendalami kehidupan seorang sinden,” ia menambahkan.

6. Belajar Bahasa Jawa

Terakhir namun tak kalah penting, aktris kelahiran Jakarta, 19 Januari 1984 ini wajib belajar dialek maupun kosakata bahasa Jawa. Masayu Anastasia berjanji akan memperhatikan dialek dan tata bahasa.

“Kalau akting sembarangan kan jadinya aneh,” cetusnya. “Tapi demi totalitas dalam pekerjaan aku juga belajar dialek Bahasa Jawa. Terus sinden ini bukan penggoda yang gimana-gimana, tapi emang dia ada magisnya,” pungkas Masayu Anastasia.

Eksekutif Produser Armani Entertaiment, Dato Kk Chua menyebut pihaknya bekerja sama dalam proyek Paku Tanah Jawa karena ceritanya sangat menarik. Ia yakin cerita Paku Tanah Jawa sesuai dengan cita rasa penonton film horor Indonesia dan Malaysia.

“Saya dan tim penyuka cerita horor apalagi berdasarkan kisah nyata, legenda. Sesuatu yang kita rasa sesuai untuk cita rasa penonton Malaysia dan Indonesia. Semoga Paku Tanah Jawa nantinya memikat hati para pencinta film,” tutur Dato Kk Chua.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan