Resensi Film John Wick 4: Duel Satu Lawan Satu Paling Mematikan Dalam Sejarah, Klasik Sekaligus Penuh Gaya

Dari insiden berdarah di hotel Continental Osaka Jepang hingga duel satu lawan satu di Prancis, John Wick chapter 4 adalah sekuel action terbaik tahun ini.

Diterbitkan 07 April 2023, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Durasi Panjang Amat

Pertanyaan yang kali pertama muncul saat John Wick 4 dirilis, perlukah durasinya sepanjang ini? Jawabnya perlu. Jilid keempat menekankan pada proses pemulihan reputasi dan kemuakan tokoh utama pada “ikon” High Table yang baru.

Untuk mencapai babak akhir, ada rentetan peristiwa penting yang harus dilalui. Pertumpahan darah di Osaka baru permulaan. Dengan cetak biru buatan Derek Kolstad, duo penulis naskah Shay Hatten dan Michael Finch membangun sejumlah jembatan penghubung ke tokoh baru.

 

Tokoh Baru Yang Believable

Menariknya, sejumlah tokoh anyar ini hadir secara believable. Kali pertama menyaksikan Koji, Caine, dan John Wick, kita serasa melihat kenalan lama kangen-kangenan dengan senjata. Kita merasakan kehadiran masa lalu seraya membaca pilihan yang pernah mereka buat.

Tak perlu menyangsikan kehebatan Keanu Reeves dalam meresapi jati diri John Wick yang sendiri, dingin, sepi, tanpa ampun, dan paham konsekuensi dari setiap pilihan. Daya tarik lain film ini adalah kecerdasan sutradara dan penulis dalam menghadirkan lawan sepadan.

 

Lawan Bagai Warna Pelangi

Lawan John Wick bagai warna pelangi karena punya karakter beragam. Ada yang memiliki keterbatasan fisik tapi berakal bulus. Ada yang tak paham dengan apa dan siapa yang dihadapi, namun jeli memanfaatkan peluang. Ada yang bodoh namun jabatan memungkinkannya berbuat apa saja.

Beda lawan, beda pula teknik memperdaya dan mengalahkannya. Kuncinya, kemampuan, cara berpikir, dan jam terbang. John Wick punya ketiganya. Chad Stahelski tak lantas menjadikannya manusia setengah dewa. Dalam banyak adegan kita melihatnya kewalahan.

 

Film Aksi Penuh Gaya

John Wick 4 adalah film aksi penuh gaya. Anda mau adegan apapun ada. Dari pakai pisau, pistol, sampai tangan kosong. Sinematografi dan tata cahaya membuat dunia John Wick yang gelap jadi penuh warna tanpa memudarkan citra baku pukul bertaruh nyawa.

Dalam banyak aspek film ini terasa klasik dengan koreografi yang dibuat penuh selera. Desain produksinya merefleksikan transformasi John Wick dari pensiunan pembunuh bayaran yang disatroni maling menjadi pria matang penantang jaringan tirani kelas dunia.

 

Keberanian, Harapan, Berjuang

Transformasi ini merefleksikan keberanian, harapan, dan berjuang sampai mati. John Wick 4 matang dari aspek penokohan hingga teknis. Ia tahu kapan harus ngebut, santuy sekedap sambil menjelaskan koneksi antartokoh, ngamuk lalu menyelesaikan konflik utama secara jantan.

Dengan adegan pembuka yang bikin ketar-ketir, John Wick 4 berakhir dengan baku hantam yang tak sekadar pamer skill. Saya tertawa saat tahu sang jagoan sengaja tak menembak. Ya, inilah John Wick. Ia tahu kapan harus menahan diri dan kapan mesti... dor!

 

 

Pemain: Keanu Reeves, Donnie Yen, Bill Skarsgard, Hiroyuki Sanada, Shamier Anderson, Lance Reddick, Rina Sawayama, Ian McShane, Natalia Tena

Produser: Basil Iwanyk, Erica Lee, Chad Stahelski

Sutradara: Chad Stahelski

Penulis: Shay Hatten, Michael Finch

Produksi: Summit Entertainment, Thunder Road Films, 87Eleven Productions

Durasi: 169 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan