Resensi Film Triangle of Sadness: Granat Meledak di Kapal Pesiar, Nasib Penyintas Tergantung Petugas Kebersihan

Triangle of Sadness karya Ruben Ostlund, sineas kaliber festival yang dikenal lewat sejumlah film keren seperti The Square, dan Force Majeure alias Turist.

Diterbitkan 11 Desember 2022, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Babak Terpanjang

Triangle of Sadness terdiri tiga babak, yakni Carl and Yaya, The Yatch, dan The Island. Setiap babak mewakili fase-fase penting dalam cerita dengan durasi berbeda. Babak pertama jelas sesi perkenalan tokoh utama dengan problem mulai rumit.

The Yatch babak terpanjang dan menegangkan. Di sinilah perubahan warna dari drama cinta menjadi disaster dalam balutan thriller, dengan ketegangan yang terus menanjak. Makin tegang, karena Ruben Ostlund berhasil mempresentasikan tragedi campur ironi.

 

Tak Diberi Jeda

Betapa tidak, pada jamuan makan malam, momen paling esensial dalam sebuah liburan kaum jet set, justru petaka mengintai. Kata pengantar dari petaka dimulai lewat gambar goyang, menandai kapal mulai terombang-ambing.

Ini disusul wajah para orang kaya dalam kapal yang mulai tak beres. Sampai di sini, Anda tak diberi jeda menarik napas dan inilah yang membuat durasi Triangle of Sadness lantas tak terasa berlarut-larut.

Babak Ketiga

Babak ketiga, kita melihat warna asli setiap tokoh. Ada yang berubah dramatis, ada pula yang berubah tipis-tipis. Saat durasi telah mengalir selama 90 menit, kita masih belum diizinkan paham bagaimana musibah yang tak dirindukan ini akan berakhir.

Para pemain tampil cemerlang. Yang paling menonjol bagi kami, Dolly de Leon, dengan aksen bahasa Inggris yang condong ke Asia. Tampil lumayan berani di adegan intim, Dolly de Leon bermetamorfosis dengan apik dari karyawan rendahan jadi satu-satunya harapan.

Eksentrik, Tajam Bertutur

Sutradara menggambarkan tiap adegan dengan detail. Bukan untuk memanjangkan durasi, tapi memberi penonton waktu untuk menandai para tokoh dengan sifat dan latar mereka. Termasuk, Harris Dickinson dan Charlbi Dean yang sejak awal diposisikan sebagai superstar.

Sejak awal, keduanya santai, memikat, effortless, dengan problem yang dekat dengan orang Indonesia sekalipun. Akhir film ini bukan tipe melegakan. Ia mengajak kita merenungi perjalanan hidup karakter.

Untuk menikmati Triangle of Sadness, perlu mood stabil. Bagi kami, Force Majeure jauh lebih solid, dekat, dan universal jika dibandingkan dengan Triangle of Sadness. Meski begitu, film ini tetap berada di standar keren Ruben Ostlund. Jaminan mutu. Ia eksentrik, kuat dari aspek penokohan dan tajam bertutur.

 

 

Pemain: Harris Dickinson, Charlbi Dean, Dolly de Leon, Zlatko Burić, Iris Berben, Vicki Berlin, Henrik Dorsin, Jean-Christophe Folly, Amanda Walker, Oliver Ford Davies, Sunnyi Melles, Woody Harrelson

Produser: Erik Hemmendorff, Philippe Bober

Sutradara: Ruben Ostlund

Penulis: Ruben Ostlund

Produksi: Imperative Entertainment, Film i Väst, BBC Film, 30West

Durasi: 2 jam, 27 menit

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan