Pesawat AMA Dibakar KKB, DPR Minta Negara Bertindak Serius

Pembakaran Pesawat AMA menjadi ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pembakaran pesawat AMA oleh KKB di Yahukimo menuntut perhatian serius negara.
  • Insiden ini membuktikan ancaman keamanan masyarakat Papua masih nyata dan prioritas.
  • DPR RI mendorong peningkatan pengamanan terukur, humanis, dan evaluasi menyeluruh di Papua.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyatakan, insiden pembakaran pesawat milik AMA oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua, harus mendapat perhatian negara.

Dave mengatakan, peristiwa ini membuktikan ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata, sehingga keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari negara,” kata Dave saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Dave menilai, pengamanan di wilayah tersebut perlu ditingkatkan dan diperkuat dengan koordinasi lintas lembaga, pemetaan risiko, serta keterlibatan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas.

“Aparat keamanan perlu meningkatkan langkah pengamanan secara terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan sesuai koridor hukum," tuturnya.

Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di Papua.

“Agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, rasa aman dapat dipulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap negara,” pungkasnya.

 

Pesawat Milik AMA Dibakar KKB

Sebelumnya, Polisi mengungkapkan pesawat milik AMA yang dibakar KKB di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo sedang menjalankan misi agama dan kemanusiaan. Pesawat yang dibakar KKB itu dipiloti Nicholas F. Goselin, berkebangsaan Amerika Serikat.

Pesawat itu terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa tujuh penumpang. Ketujuh penumpang pesawat AMA tujuan Balinggama itu adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.

Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan bagi warga setempat, pesawat tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga digunakan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan dan keagamaan di daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur Udara tersebut.

"Tidak harus dari kami ya, masyarakat sendiri bisa menilai. Kalau satu-satunya sarana transportasi yang ada di lokasi tersebut membawa misi agama, misi kemanusiaan, misi penginjilan sampai dibakar, artinya pelaku ini sudah enggak mengenal Tuhan," kata Yusuf Kamis (2/7/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6