Resensi Film The Exorcism of God: Tragedi Pendeta Kerasukan Iblis Yang Diusirnya dari Tubuh Jemaat

The Exorcism of God tiba di Indonesia pekan ini. Film horor ini dibintangi Will Beinbrink, Joseph Marcell, dan María Gabriela de Faría.

Diterbitkan 12 Maret 2022, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Karakter Peter dieksekusi dengan baik oleh Will Beinbrink. Ia mempresentasikan kegelisahan, penyesalan, amarah, dan konflik psikologis yang membuat penonton berempati padanya.

Efek Psikologis

Sejak awal, Will memberi kita pertanda bahwa ada dampak jangka panjang yang mesti diantisipasi penonton. Sineas Alejandro Hidalgo menjadikan Peter sebagai pusat cerita lalu mempresentasikan efek buruk pengusiran setan tanpa kesiapan mental.

Ada efek psikologis dan efek samping terhadap orang-orang tak dikenal. Efek keduanya sebetulnya penting enggak penting. Tanpa kehadiran “figuran” pun kita tahu Balban bukan iblis kemarin sore.

Buktinya, tokoh utama saja bisa “dikadali.” Namun, munculnya para figuran ini juga presentasi dari derajat keparahan yang dipicu Balban.

 

Referensi dari Alkitab

Mencermati sejumlah plot, kentara sekali Santiago Fernández Calvete dan Alejandro Hidalgo punya referensi luas soal eksistensi iblis, khususnya berdasarkan Alkitab. Iblis itu cerdas dan tak bisa diusir dengan pola yang sama.

Tentu saja, mengingat Yesaya 14: 12-15 menjabarkan tentang Bintang Timur atau Putra Fajar, malaikat yang jatuh ke Bumi. Balban dengan suaranya yang banyak dalam tubuh manusia mengingatkan kita pada pengusiran Legion oleh Yesus.

Legion artinya banyak. Kumpulan setan ini kemudian diusirNya lalu hinggap di kawanan babi. Pun kita mencatat bahwa para rasul Yesus Kristus pernah gagal mengusir setan dari tubuh anak yang diduga sakit ayan.

Penyebabnya, kata Yesus, para rasul kurang percaya atau masih rahu. Sama seperti wejangan Michael kepada Peter bahwa keraguan adalah awal dari dosa.

 

Titik Lemah

Dengan referensi yang kaya, The Exorcism of God terasa masuk akal dari plot, grafik konflik maupun penokohannya yang tidak banyak. Maka, ia terasa intim sekaligus hangat. Tokoh utamanya dekat dengan penonton.

Namun, titik lemah film ini terletak pada penempatan jump scare yang tak sepenuhnya berhasil. Beberapa adegan berhasil bikin panik, namun tak sedikit yang nongol begitu saja dengan after-taste biasa saja. Padahal, penampakan hantunya relatif menyeramkan.

 

Tuhan, Iblis, dan Tubuh Manusia

Untunglah, The Exorcism of God ditutup dengan adegan yang tak terduga. Puntiran cerita di pengujung lumayan bikin syok. Jika Anda ingat perumpamaan ilalang di antara gandum, maka adegan penutup film ini terasa relevan.

Jangan salah, The Exorcism of God punya pesan universal kepada umat manapun. Bahwa, Tuhan dan iblis tidak dapat tinggal di tubuh yang sama. Maka, manusia harus menentukan pilihan memihak ke siapa. Jangan sampai mengaku punya agama, eh perilakunya kok kayak…

 

 

 

Pemain: Will Beinbrink, Joseph Marcell, María Gabriela de Faría, Irán Castillo, Juan Ignacio Aranda, Hector Kotsifakis

Produser: Antonio Abdo, Alejandro Hidalgo, Karim Kabche, Joel Seidl

Sutradara: Alejandro Hidalgo

Penulis: Santiago Fernández Calvete, Alejandro Hidalgo

Produksi: Epica Pictures, Mouth of the Devil, Terminal

Durasi: 1 jam, 38 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan