Review Film Drive My Car: Indahnya Mampir ke Masa Lalu Orang Lain Untuk Tebus Resep Sakit Hati

Drive My Car, film Jepang peraih empat nominasi Oscar 2022 termasuk Best Picture telah tayang di Indonesia. Berikut resensi filmnya.

Diterbitkan 06 Maret 2022, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jepang menoreh sejarah dengan tinta emas dalam Academy Awards ke-94 alias Oscar 2022. Drive My Car karya sineas Ryusuke Hamaguchi memborong empat nominasi termasuk Film Terbaik.

Drive My Car, film Jepang pertama yang tembus kategori bergengsi Best Picture. Sementara Ryusuke Hamaguchi adalah sineas Jepang ketiga dalam sejarah yang diganjar nominasi Sutradara Terbaik.

Sebelumnya, ada Hiroshi Teshigahara (Suna Nu Onna, 1964) dan Akira Kurosawa (Ran, 1985). Diganjar pula nominasi Film Fitur Internasional dan Skenario Adaptasi Terbaik, inilah resensi film Drive My Car.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Istriku Selingkuh

Karena penerbangan lewat Bandara Narita ditunda akibat kendala cuaca, Kafuku (Hidetoshi Nishijima) pulang ke rumah. Alangkah syok Kafuku mendapati istrinya, Otto (Rieka Kirishima) sedang berhubungan intim dengan pria lain.

Kafuku beringsut meninggalkan rumah untuk menginap di hotel dengan hati berkeping. Ia tak mau membahas perselingkuhan ini meski hati teriris. Suatu hari, Otto mengajak Kafuku membahas sesuatu sepulang kerja. Kafuku berlambat-lambat karena hatinya diselimuti gulana.

Saat hari mulai gelap, Kafuku baru pulang. Ia syok mendapati Otto terkapar di lantai. Nyawanya tak tertolong akibat perdarahan otak. Kehilangan anak pada 2001 dan kini istri, Kafuku “menyepi” ke Hiroshima. Di sana, ia membuka audisi pertunjukan teater “Paman Vanya.”

Selama di Hiroshima, Kafuku ditemani sopir perempuan bernama Misaki (Toko Miura). Misaki sendiri punya kehidupan kelam. Ibunya yang berkepribadian ganda meninggal dunia bersama rumahnya yang amblas.

 

 

Pemulihan Luka Batin

Mengusung tema besar penerimaan diri dan pemulihan luka batin, Drive My Car bagaikan sajak-sajak kehidupan yang memuat dialog-dialog pertunjukan teater karya Otto dengan dalang Ryusuke Hamaguchi. Pembabakannya memiliki batas yang nyaris tak terasa.

Kelebihan film ini, cara bertutur Ryusuke yang detail dan lembut hingga tak menimbulkan kejanggalan. Adegan berangkat, pulang, naik lift, buka pintu, hingga interaksi dengan tokoh lain tersaji dengan runut sekaligus tuntas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Di sisi lain, ada sejumlah tanda tanya yang dibiarkan mengambang. Siapa pihak ketiga, apa motif perselingkuhan, mengapa cinta tetap ada padahal main serong terjadi di sana, dan setumpuk pertanyaan soal rasa dibiarkan menganga.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan