Resensi Film Animasi Vivo: Petualangan Seekor Kinkajou dalam Musik Rancak Lin-Manuel Miranda

Vivo memberi kesempatan bagi orangtua untuk memperkenalkan satu spesies unik kepada anak: kinkajou.

Diterbitkan 02 Agustus 2021, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Namanya Vivo. Bukan, ini bukan tentang merek ponsel pintar yang beredar di pasaran. Ini adalah film animasi yang berkisah tentang seekor kinkajou, mamalia dari hutan hujan tropis yang memiliki habitat asli di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Vivo (Lin-Manuel Miranda) kecil diselamatkan pak tua Andres (Juan de Marcos González) saat  tercecer dari peti ketika hendak diseludupkan. Bersama-sama, keduanya menjadi musikus jalanan yang dikenal di daerahnya di Kuba.

Semua berubah saat datang sepucuk surat dari Marta (Gloria Estefan), wanita yang diam-diam dicintai Andres. Marta telah lama berkarier di dunia tarik suara di Amerika Serikat, dan ia mengundang Andres di pertunjukan terakhirnya sebelum pensiun.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Andres dan Marta

Andres bungah. Ia meyakini ini adalah kesempatan untuk menyatakan isi hatinya kepada Marta lewat sebuah lagu yang ia ciptakan. Sebaliknya, Vivo ngambek. Ia merasa hidup mereka sudah sempurna tanpa harus meninggalkan Kuba dan bertemu Marta.

Pada akhirnya Vivo meleleh, ia bersedia ikut ke AS. Namun tragedi tak terduga membuat rencana ini gagal. 

Gabi dan Vivo

Vivo menjadi satu-satunya harapan untuk menyerahkan lagu dari Andres kepada Marta. Ia bertekad untuk berangkat ke AS sendirian, dengan membonceng Gabi (Ynairaly Simo), gadis kecil saudara jauh Andres dari Amerika yang sempat datang ke Kuba.

Gabi yang tahu misi Vivo, ketularan bersemangat. Terlalu bersemangat malah, sampai membuat Vivo geregetan. Namun apa boleh buat, cuma bocah ceriwis ini satu-satunya tiketnya menemui Marta.

Berhasilkah keduanya menjalani misi ini?

Memperkenalkan Kinkajou

Premis Vivo sebenarnya sederhana, dan sudah berulang kali diangkat dalam film: dua orang yang awalnya tak klop dipertemukan dalam sebuah petualangan. Namun bukan berarti Vivo lantas jatuh menjadi membosankan. Kombinasi Vivo yang lucu tapi penggerutu dengan Gabi yang kelewat energik dan berjiwa nekat, terasa menyenangkan.

Belum lagi dengan sejumlah karakter tambahan yang unik, seperti trio gadis Dolar Pasir yang sangat bersemangat menjaga bumi dan kelestarian flora fauna.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Film ini juga bisa memberikan kesempatan untuk orangtua memperkenalkan spesies baru yang mungkin belum pernah dikenal anak-anak di Indonesia: kinkajou.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan