Sukses

6 Karya Terbaik Christopher Nolan yang Ultah ke-51, Ada Film Peraih 2 Piala Oscar Plus Laba Rp 14,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Christopher Nolan, salah satu sutradara revolusioner di belantara Hollywood, merayakan ulang tahun ke-51, Jumat (30/7/2021). Seniman kelahiran London ini memulai karier penyutradaraan pada 1989 lewat film pendek untuk televisi, Tarantella.

Tujuh tahun kemudian ia melahirkan film pendek Lacerny. Film bioskop perdananya, Following (1998) yang berdurasi 1 jam dan 9 menit dirilis, berjaya di ajang festival dan mendapat kritik positif.

Hingga artikel ini disusun, ia telah menyutradarai 16 film dan meraih lima nominasi Piala Oscar. Merayakan ulang tahun Christopher Nolan, Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 film terbaiknya. Tonton lagi, kuy!

 

2 dari 7 halaman

1. Memento (2000)

Kejelian dalam menyusun detail plot dan penyuntingan gambar adalah dua kunci yang tak bisa dicuri dari Memento. Alur cerita film ini berjalan mundur hingga ke ujung namun tak sampai membuat audiens bingung.

Writters Guild of America alias Paguyuban Penulis Skenario AS memasukkan Memento dalam 101 naskah terbesar sepanjang masa. Kongres Perpustakaan AS menyebut film peraih 2 nominasi Oscar ini berdampak signifikan terhadap budaya, sejarah, dan seni. Wow!

 

3 dari 7 halaman

2. The Prestige (2006)

 

Genre misteri berbalut fiksi ilmiah ini mengisahkan dua pesulap, Alfred Borden (Christian Bale) dan Robert Angier (Hugh Jackman), yang mengalami kecelakan dramatis kemudian adu tanding mengerahkan segala kemampuan yang mereka punya.

Dua aktor ini saja sebenarnya sudah jadi kombinasi maut. Mereka masih didukung Michael Caine dan Scarlett Johansson. Jadilah The Prestige salah satu film paling nyentrik dan dengan alur mengecoh di dekade 2000-an.

 

4 dari 7 halaman

3. The Dark Knight (2008)

 

To the point saja, The Dark Knight salah satu film terbaik di dekade 2000-an dan film pahlawan super terbaik yang pernah dibuat. Ia memiliki sejumlah titik unggul dari aspek penyuutradaraan, naskah, akting, hingga teknis. Keoknya Batman tak membuat fans jadi gondok.

Di tangga box office, ia mengeruk pendapatan kotor 1,005 miliar dolar AS (sekitar 14,5 triliun rupiah). Itu duit semua. The Dark Knight warisan Heath Ladger untuk dunia sinema. Lewat Joker, dia berfirman, “Siapa bilang tokoh dari dunia superhero tak bisa menang Oscar?”

 

5 dari 7 halaman

4. Inception (2010)

 

Menyusuri lapisan mimpi dan berpacu melawan waktu, Inception menampilkan ide gila multitafsir dibekali keunggulan aspek teknis plus konfigurasi pemain ciamik dari Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, hingga Marion Cottilard.

Inception menang 4 Piala Oscar untuk Efek Visual, Sinematografi, Tata Suara, dan Sunting Suara. Yang membekas dari film ini, upaya penonton membedakan mimpi atau nyata dari hasil lempar koin. Adegan akhir Inception membuat penonton histeris.

 

6 dari 7 halaman

5. Interstellar (2013)

 

Pencapaian Gravity dengan 7 Piala Oscar “diikuti” sejumlah film bertema serupa termasuk Interstellar. Tentu saja Nolan tak berniat mengekor tren. Ia terpengaruh sejumlah film klasik dari Metropolis (1927), 2001: A Space Odyssey (1968), hingga Star Wars (1977).

Dibintangi Anne Hathaway dan Matthew McConaughey, film ini panen pujian. Menulis untuk The Telegraph, kritikus Tim Robey menyebut Interstellar mendekati level mahakarya sinema. Film ini mengukuhkan posisi Nolan sebagai yang terbaik dari generasinya.

 

7 dari 7 halaman

6. Dunkirk (2017)

 

Berlatar perang Prancis pada 1940 kala Sekutu terpukul mundur hingga ke Dunkirk, Tommy (Fionn Whitehead) satu-satunya yang selamat dari gempuran Jerman. Upaya bertahan hidup mempertemukan Tommy dengan banyak tokoh dan tragedi kemanusiaan.

Dunkirk memaksa kita berlari kayak dikejar-kejar sampai mau mati. Sensasi yang jarang sekali didapat dari sebuah film perang. Tak akan segila ini jika bukan Nolan sutradaranya. Dunkirk menang Piala Oscar kategori Editing, Tata Suara, dan Sunting Suara Terbaik.