Life is Good, Ketika Green Dolphin Street Bicara tentang Kemanusiaan

Musik bisa berbicara banyak hal termasuk soal kemanusiaan.

Diterbitkan 14 Juni 2021, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Life is Good" yang terdiri dari 10 trek, di dalamnya adalah perpaduan antara blues, rock, funk, progressive yang menjadi ciri khas dari band ini.

Menariknya, sebelum melakukan rilis album ini, mereka melakukan hal yang unik dengan melakukan tur terlebih dahulu. Berbeda dibandingkan band pada umumnya, di mana biasanya banyak band melakukan tur setelah album mereka dirilis.

Dalam perhelatan tur album pun, mereka menyambangi beberapa kota besar di Indonesia, dari mulai Surabaya, Jakarta, Jogja, hingga Bali. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 lalu membuat tur terhenti.

"Seingatku habis beres album September 2019, manggung pertama kali di Surabaya di November, Jakarta awal Desember. Di Bandung ada tiga gigs, antara Februari-Maret awal. Harusnya Juni ke Yogyakarta. Lalu dilanjutkan ke Malang, Bali baru terakhir di Brisbane Australia," ujar Dave.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Amang, Suara Hati Terpendam Anak Kepada Ayah

Salah satu yang membedakan judul lagu dalam album "Life is Good" sendiri ada pada "Amang". Dave, pria berdarah Batak dengan tegar menyisipkan lagu yang dipersembahkan untuk almarhum orang tuanya.

"Lagu Amang ini merupakan lagu Instrumental. Sepanjang lagu diiringi gitar dan drum. Tadinya ada lirik lagu yang isinya ucapan penyesalan ke bapaku. Aku bikin lagunya setengah tahun setelah bapakku meninggal. Salah satu penyesalan kepada bapakku adalah beliau enggak keburu lihat aku wisuda," ungkap Dave.

Dalam lagu ini, Dave sengaja tidak menambahkan instrumen musik Batak. Namun dia berharap, lagu ini bisa mewakili bahwa sejatinya dia adalah orang Batak.

"Dia satu-satunya judul lagu yang berbahasa Batak. Aku enggak mau sok-sokan masukin tradisional dan tetap ngalir seperti biasanya saja," ucap Dave.

"Life is Good" hanya dibuat 500 keping CD. Dave mengaku hanya ingin memproduksi album tersebut secara eksklusif.  "Jadi memang semacam privilege yang punya album fisik," ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Huyogo Simbolon, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan