Sukses

Resensi Film Fast and Furious 9: Elemen Action Agak Ngadi-ngadi, Penuhi Syarat Pecahkan Rekor Box Office

Liputan6.com, Jakarta Fast and Furious 9 dirilis di Indonesia dengan teknik tak biasa. Waralaba yang dibintangi Vin Diesel dan John Cena ini melakukan “cek ombak” dengan tayang hari Jumat sampai Minggu (11 hingga 13 Juni 2021) di pertunjukan pertama saja, jam 12 atau 13.

Berdasarkan pantauan Showbiz Liputan6.com, jam pertama hari Jumat dan Sabtu dipadati penonton meski kapasitas studio maksimal 50 persen selama pandemi Covid-19. F9 yang mestinya tayang tahun lalu tampaknya dinantikan berjuta penggemar.

Tanpa Dwayne Johnson alias The Rock, Fast and Furious 9 tak kehilangan unsur magis sama sekali. Kehadiran John Cena diyakini jadi daya tarik tersendiri. Berikut resensi film F9. Selamat menyimak, selamat menonton.

 

2 dari 7 halaman

Pesan dari Mr. Nobody

Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Letty (Michelle Rodriguez) dikaruniai anak laki-laki bernama Brian (Isaac Holtane). Keluarga kecil ini menyepi, membangun hunian dengan halaman nan luas.

Kebahagiaan keluarga kecil ini terusik kala Roman (Tyrese Gibson), Tej (Chris Bridges), dan Ramsey (Nathalie Emmanuel) datang membawa tablet berisi rekaman pesan mayday dari Mr. Nobody (Kurt Russel).

Pesawat yang ditumpangi Nobody jatuh. Dominic dan kawan-kawan menyambangi lokasi pesawat jatuh. Sinyal menuntun mereka ke sebuah boks berisi setengah bola proyek Aries.

 

3 dari 7 halaman

Bergeser dari Kodrat

Lolos dari kejaran militer setempat, proyek Aries direbut Jakob (John Cena) yang tak lain, adik Dominic. Jakob dan Otto (Thue Ersted) memburu kepingan Aries lain yang jika disatukan, memungkinkan mereka menguasai dunia berbasis teknologi informasi.

Di sisi lain, Chiper (Charlize Theron) mencuci otak Otto bahwa ia hanyalah boneka dalam proyek ini. Di tengah perburuan proyek Aries, Dominic melacak keberadaan kawan lama, Han (Sung Kang) yang dikabarkan telah meninggal.

Agak terkejut beberapa jilid terakhir Fast and Furious telah bergeser dari “kodrat” yang ditetapkan mula-mula. Dari balapan jalanan dengan aroma kriminal perampokan kuat, kini para jagoan menjelma pahlawan super penyelamat dunia.

4 dari 7 halaman

Musuh Terasa Personal

Villain alias antagonis yang dihadirkan pun belakangan terasa personal. Menyasar pada satu protagonis kunci, lalu para pendukung menimbrung membentuk kerja tim untuk mengalahkannya.

Model konflik ini sepintas mirip beberapa jilid James Bond belakangan. Bukan berarti urusan personal dalam waralaba menurunkan bobot film. Terbukti, Skyfall yang personal justru menjadi salah satu puncak tertinggi waralaba Bond.

Hal yang sama tampaknya tak terjadi pada Fast and Furious 9. Misi menyelamatkan dunia tampaknya menjadi template. Yang dikejar dengan kecepatan super di F9, adegan-adegan memukau mata namun agak mencederai logika.

5 dari 7 halaman

Mobil Bisa

Mobil dijadikan roket, elektomagnetik super yang menarik garpu hingga mobil, atau mobil “terbang” seiring rubuhnya jembatan membuat mulut kami menganga. Saat bersamaan, nalar kami kayak dibacok. Sungguh ngadi-ngadi.

Kisah Dominic dan kawan-kawan melebar, memanfaatkan masa lalu tokoh kunci untuk membangunkan sosok baru yang dibekali latar ini-itu agar menjadi lawan sepadan. Sejauh ini, upaya mendatangkan seseorang dari masa lalu terbukti berhasil.

Apalagi yang menghidupkan bukan aktor kaleng-kaleng dari Jason Statham hingga John Cena. Dengan villain sepadan, Fast and Furious 9 berhasil menyuguhkan baku hantam dan baku tembak di level wow banget. Bayangkan, penonton mulai berolahraga jantung di menit ke-15. 

 

6 dari 7 halaman

Tak Tercerabut dari Akar

Justin Lin yang membidani lahirnya jilid keempat, lima, dan enam Fast and Furious tahu persis mengemas film aksi meski sebagian sumbu ledaknya bias dengan fantasi. Dengan lakon yang lebih banyak ketimbang penjahat, jangan sampai ada protagonis useless atau cuma jadi tim hore.

Mereka dibagi untuk mengemban misi khusus dengan level kepentingan berimbang. Ada yang ke Inggris, Tokyo, hingga stasiun luar angkasa. Digulir dengan tensi ketegangan dan ritme sama cepat, Fast and Furious 9 nyaris tak menyisakan waktu bagi penonton untuk “ngaso” sejenak.

Untuk yang satu ini, Justin Lin patut diacungi jempol. Meski bergeser agak jauh dari tema mula-mula, bukan berarti jilid kesembilan ini tercerabut dari akarnya. F9 tetap menyajikan sejumlah momen yang jadi ciri khas dari balap mobil di jalanan hingga makan bareng layaknya keluarga.

 

7 dari 7 halaman

Penghormatan untuk Paul Walker

Di atas itu semua, ada penghormatan kepada almarhum Paul Walker. Wajahnya tak lagi ada di layar lebar. Namun kehadirannya dapat dirasakan. Brian (Paul Walker) memilih pensiun dan hidup tenang. Ia menjadi “tangan aman” bagi keluarga saat Dominic bertarung di medan laga.

Kursinya dalam jamuan makan geng jagoan tak pernah terganti dan tak pernah kosong. Sebuah keputusan bijak untuk menjadikan yang tiada tetap ada. Di luar aksinya yang ugal-ugalan, F9 tetap punya hati, kehangatan, dan rasa setia kawan.

Terlepas dari plus minusnya, F9 memenuhi syarat sebagai film musim panas. Ia dengan mudah akan mencetak rekor box office di tengah pandemi. Dengan biaya produksi 200 juta dolar, ia telah mengeruk laba kotor 261 juta dolar AS. Padahal, ia belum tiba di Indonesia.

Tak jemu kami mengingatkan, selama di bioskop tetap patuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, Anda menjaga kesehatan diri dan menghargai keselamatan orang lain. Gas kuy!

 

 

 

Pemain: Van Diesel, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Chris Bridges, John Cena, Sung Kang, Kurt Russell, Charlize Theron, Isaac Holtane, Thue Ersted Rasmussen

Produser: Neal H. Moritz, Vin Diesel, Jeff Kirschenbaum, Joe Roth, Justin Lin, Samantha Vincent, Clayton Townsend

Sutradara: Justin Lin

Penulis: Daniel Cassey, Justin Lin

Produksi: Universal Pictures, OneRace, Original Films

Durasi: 145 menit