Resensi Film Fast and Furious 9: Elemen Action Agak Ngadi-ngadi, Penuhi Syarat Pecahkan Rekor Box Office

Fast and Furious 9 atau F9 melakukan cek ombak dengan tayang di Indonesia pada jam pertama saja, mulai 11 hingga 13 Juni 2021. Berikut resensi F9.

Diterbitkan 13 Juni 2021, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Model konflik ini sepintas mirip beberapa jilid James Bond belakangan. Bukan berarti urusan personal dalam waralaba menurunkan bobot film. Terbukti, Skyfall yang personal justru menjadi salah satu puncak tertinggi waralaba Bond.

Hal yang sama tampaknya tak terjadi pada Fast and Furious 9. Misi menyelamatkan dunia tampaknya menjadi template. Yang dikejar dengan kecepatan super di F9, adegan-adegan memukau mata namun agak mencederai logika.

Mobil Bisa

Mobil dijadikan roket, elektomagnetik super yang menarik garpu hingga mobil, atau mobil “terbang” seiring rubuhnya jembatan membuat mulut kami menganga. Saat bersamaan, nalar kami kayak dibacok. Sungguh ngadi-ngadi.

Kisah Dominic dan kawan-kawan melebar, memanfaatkan masa lalu tokoh kunci untuk membangunkan sosok baru yang dibekali latar ini-itu agar menjadi lawan sepadan. Sejauh ini, upaya mendatangkan seseorang dari masa lalu terbukti berhasil.

Apalagi yang menghidupkan bukan aktor kaleng-kaleng dari Jason Statham hingga John Cena. Dengan villain sepadan, Fast and Furious 9 berhasil menyuguhkan baku hantam dan baku tembak di level wow banget. Bayangkan, penonton mulai berolahraga jantung di menit ke-15. 

 

Tak Tercerabut dari Akar

Justin Lin yang membidani lahirnya jilid keempat, lima, dan enam Fast and Furious tahu persis mengemas film aksi meski sebagian sumbu ledaknya bias dengan fantasi. Dengan lakon yang lebih banyak ketimbang penjahat, jangan sampai ada protagonis useless atau cuma jadi tim hore.

Mereka dibagi untuk mengemban misi khusus dengan level kepentingan berimbang. Ada yang ke Inggris, Tokyo, hingga stasiun luar angkasa. Digulir dengan tensi ketegangan dan ritme sama cepat, Fast and Furious 9 nyaris tak menyisakan waktu bagi penonton untuk “ngaso” sejenak.

Untuk yang satu ini, Justin Lin patut diacungi jempol. Meski bergeser agak jauh dari tema mula-mula, bukan berarti jilid kesembilan ini tercerabut dari akarnya. F9 tetap menyajikan sejumlah momen yang jadi ciri khas dari balap mobil di jalanan hingga makan bareng layaknya keluarga.

 

Penghormatan untuk Paul Walker

Di atas itu semua, ada penghormatan kepada almarhum Paul Walker. Wajahnya tak lagi ada di layar lebar. Namun kehadirannya dapat dirasakan. Brian (Paul Walker) memilih pensiun dan hidup tenang. Ia menjadi “tangan aman” bagi keluarga saat Dominic bertarung di medan laga.

Kursinya dalam jamuan makan geng jagoan tak pernah terganti dan tak pernah kosong. Sebuah keputusan bijak untuk menjadikan yang tiada tetap ada. Di luar aksinya yang ugal-ugalan, F9 tetap punya hati, kehangatan, dan rasa setia kawan.

Terlepas dari plus minusnya, F9 memenuhi syarat sebagai film musim panas. Ia dengan mudah akan mencetak rekor box office di tengah pandemi. Dengan biaya produksi 200 juta dolar, ia telah mengeruk laba kotor 261 juta dolar AS. Padahal, ia belum tiba di Indonesia.

Tak jemu kami mengingatkan, selama di bioskop tetap patuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, Anda menjaga kesehatan diri dan menghargai keselamatan orang lain. Gas kuy!

 

 

 

Pemain: Van Diesel, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Chris Bridges, John Cena, Sung Kang, Kurt Russell, Charlize Theron, Isaac Holtane, Thue Ersted Rasmussen

Produser: Neal H. Moritz, Vin Diesel, Jeff Kirschenbaum, Joe Roth, Justin Lin, Samantha Vincent, Clayton Townsend

Sutradara: Justin Lin

Penulis: Daniel Cassey, Justin Lin

Produksi: Universal Pictures, OneRace, Original Films

Durasi: 145 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan