6 Lagu Patah Hati Warisan Glenn Fredly, Dari Tema Dikhianati Sampai Ditinggal Nikah

Pada 2003, citra romantis Sang Pangeran Pop berubah menjadi kesedihan. Glenn Fredly menulis sejumlah lagu patah hati yang jadi hit besar.

Diterbitkan 09 April 2020, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam “Januari” Glenn Fredly menulis surat cinta untuk mantan. “Sekali Ini Saja” adalah surat cinta dari pria patah hati kepada Tuhan. Ia meminta waktu berputar kembali agar cinta bisa diulang. Untuk sesaat, pria patah hati ini lupa, satu-satunya hal yang tak mungkin diulang oleh semesta adalah waktu.

4. Sedih Tak Berujung (2004)

Jauh sebelum ilmu cocoklogi ditemukan netizen +62, pencinta musik mencocokkan waktu rilis lagu “Sedih Tak Berujung” dengan pernikahan seseorang di tahun yang sama. Kok, ya tidak beda jauh. Ndilalah, “Sedih Tak Berujung” mengisahkan pria yang ditinggal menikah oleh mantan.

Video klipnya sangat dramatis, menampilkan Glenn Fredly menghadiri pesta pernikahan mantan. Sesakit itukah ditinggal nikah? Mari nyanyikan lirik lagu berikut ini, “Kini kukan berhenti berharaaaaaap! Perpisahan kali ini untukku akan menjadi kisah sedih yang tak berujung…

 

5. Akhir Cerita Cinta (2004)

“Sedih Tak Berujung” dan “Akhir Cerita Cinta” adalah dua pusaka dari album Selamat Pagi, Dunia! versi repackage. Inilah bukti kegeniusan Glenn Fredly. Lagu ini tak mengeksplorasi kesakitan atau siapa yang layak dipersalahkan dalam kandasnya sebuah hubungan. Penyanyi kelahiran Jakarta, 30 September 1975, ini fokus pada rasa malu karena hubungan berakhir.

Inikah akhir cerita cinta yang selalu aku banggakan di depan mereka? Entah di mana kusembunyikan rasa malu,” keluhnya sebelum memasuki refrain. Tak banyak lengkingan, tak serta merta membuat unsur drama di lagu ini berkurang. Mendengar lagu ini di kala hujan, efektif menciptakan bilur di kalbu.

6. Tega (2006)

Ini soal selera, ya. Bagi kami, “Tega” lagu paling menyayat sekaligus berkelas buatan Glenn Fredly. Ia menggambarkan sakit hati akibat pengkhianatan lewat diksi yang jarang digunakan musisi Tanah Air.

Kau bunuh hatiku, saat kubernapas untukmu,” begitu Glenn Fredly menggambarkan aktivitas pengkhianatan hanya dalam satu kalimat. Dibalut aransemen yang terpapar jaz, “Tega” terdengar mahal, eksklusif, tapi tetap nyakitin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly Riantrisnanto, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan