Film Yorick the Movie Diharapkan Jadi Tontonan Sekaligus Tuntunan

Yorick The Movie pada mulanya adalah judul novel berjudul Yorick karya Kirana Kejora.

Diterbitkan 12 Desember 2018, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berani hidup jujur, rajin, konsisten, dan pantang menyerah, berhasil membuat Yorick mengubah rasa kelaparan, hinaan, dan keterpurukan menjadi sesuatu yang positif, hingga dia berhasil melewati seleksi alam: yang terkuat yang menang.

Ditambahkan Ratna, Yorick terlatih berjuang mengandalkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, bukan hanya untuk bertahan hidup, namun juga untuk terus bisa maju.

Dengan bekerja serabutan, dari mencuci piring, mencuci sepeda motor, kuli angkut, servis komputer, sampai akhirnya menjadi programer IT.

Sampai akhirnya, hasil akhir tidak akan mengkianati proses yang harus dilaluinya.

Manusia Bermental Baja

Sebagaimana dikatakan Pepi Chappy, kisah Yorick adalah kisah kita sebagai manusia. Jadi, "Menonton Yorick adalah menonton diri kita sendiri, " katanya.

Hal senada dikatakan Meghantara, yang dilibatkan sebagai pemain kunci, atau berlakon sebagai Yorick. Dia mengaku sangat tersanjung dilibatkan dalam film yang inspiratif ini.

"Yorick menurut gue, yang telah berbicara langsung dengan orangnya. Adalah sosok yang luar biasa.  Karena dia mampu bertarung dengan kehidupan, dengan segala keterbatasannya. Kalau ada orang yang mampu bersahabat dengan badai, ya Yorick," kata Meghantara.

Dia melanjutkan, banyak kehidupan yang pilu dan penuh sembilu yang harus dilewati sosok Yorick, dari kecil. Sampai akhirnya sekarang Yorick benar-benar menjadi orang yang sangat sukses. "Meski kita ngga akan ngeh kalau dia sangat kaya raya sekali, berkat perjuangan hidupnya," katanya.

Yorick the Movie, menurut Meghantara, adalah kisah menginspirasi dari manusia bermental baja. Yang akan menjadi pembelajaran pembaca novel dan penonton filmnya.

Film yang menurut rencana akan edar dalam waktu dekat ini, dipastikan banyak memberikan pesan. Bahwa semua orang, tanpa terkecuali, layak untuk sukses. Meski memiliki keterbatasan finansial juga fisik sekali pun.

Oleh karenanya, karya inspiratif putra Jawa Barat, yang mengusung motto, "keberanian yang akan mengantarkan pada kesuksesan” ini, bersiap tayang di 5 Negara. Dari Indonesia, Singapore, Hongkong, Brunei, dan Malaysia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan