
“Maria mengerjakan proyek Beauty with a Purpose, mulai dari survei, menggalang dana, ikut mengerjakan pembuatan sanitasi saluran air bersih dan MCK di Kampung Kamancing. Tidak heran bila Maria memenangkan juara Beauty with a Purpose,” kata Ketua Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo.
Perjalanan Maria Harfanti sebelum jadi Miss Indonesia 2015
Kemampuan dan bakat yang dimiliki Maria Harfanti berhasil membuatnya mendapatkan gelar sebagai Miss Indonesia 2015. Maria Harfanti memang memiliki talenta yang luar biasa. Sejak kecil, Maria sudah mahir dalam memainkan piano dan bernyanyi.
"Seorang artis terlihat dari sentuhan di suatu nada hingga mampu menggetarkan nurani," tulis Maria Harfanti yang mengutip dari Wassily Kandinsky, menunjukkan kecintaannya terhadap piano.

Pendidikan yang ditempuh oleh Maria juga membanggakan. Maria Harfanti sangat pandai bermain piano dan bernyanyi. Latar belakang pendidikannya adalah lulusan sarjana di Universitas Trisakti dan kini terdaftar sebagai mahasiswi magister manajemen Universitas Indonesia.
Perjalanan Maria Harfanti terangkum di akun media berbagi gambar Instagram miliknya. Dalam foto penobatan dirinya sebagai Miss Indonesia 2015, pada 43 minggu lalu, mimpi Maria Harfanti satu demi satu akhirnya terwujud.
"Saya tak menyangka bisa mewakili Indonesia sebagai Miss Indonesia 2015. Terima kasih untuk semuanya yang telah mendukung saya," tulis Maria Harfanti saat dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2015.

Maria Harfanti pun mempromosikan Indonesia lewat budaya dan pendidikan. "Tak ada yang lebih penting dari fakta yang menunjukkan jika saya terlahir di Indonesia dan dibesarkan sebagai Indonesia," tulis Maria Harfanti.
Maria Harfanti ingin membantu orang lain. Maria Harfanti melakukan perjalanan panjang membantu warga di Kampung kamincing di Pandeglang, Banten. Sungguh miris, wilayah yang tak jauh di ibu kota Indonesia, Jakarta, masih ada wilayah yang bisa disebut tertinggal.

"Kampung Kamancing merupakan kampung yang terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Keadaan kampung ini gersang dan tingkat sanitasinya sangat buruk. Hingga saat ini, Kampung Kamancing tidak memiliki satu pun MCK dan para penduduk terbiasa untuk buang air di sembarang tempat.
Krisis air bersih merupakan masalah yang belum terselesaikan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Kampung Kamancing selama ini menggunakan air keruh yang berasal dari kubangan yang terletak di dekat permukiman," tulis Maria Harfanti saat mengenang perjalanan panjangnya.
Kebahagiaan Maria Harfanti saat Impiannya Terwujud
Setelah menjadi Miss Indonesia, Maria Harfanti tak menyangka jika harus menjadi kontestan di Miss World sebagai wakil dari Indonesia. Namun Maria Harfanti bersyukur dengan pengalaman baru yang ia dapatkan.
"Saya belajar berbagai hal baru setiap minggu. Saya bersyukur kepada Tuhan YME atas semua yang telah Dia berikan," tulis Maria Harfanti.

Maria Harfanti pun mempersiapkan diri menjelang ajang kecantikan sedunia itu. Salah satunya, dengan melatih kemampuannya bermain piano yang ingin ia tunjukkan di hadapan publik.
Rupanya perjuangan Maria Harfanti tak sia-sia. Maria Harfanti memecahkan rekor dengan menjadi Juara 3 Miss World 2015, menjadi kenangan tak terlupakan baginya dan wanita di Indonesia lainnya.

"Saya meninggalkan Tiongkok dengan perasaan dan pengalaman tak terlupakan yang akan terus saya kenang sepanjang hidup. Semua wanita yang mewakili negaranya di Miss World 2015 merupakan pemenang bagi dirinya sendiri. Saya tak bisa melupakan momen indah selama berada di karantina Miss World 2015. Saya tak akan melupakan kalian," tulis Maria Harfanti. (Des/Adt)*
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1091266/original/011185400_1450750299-Untitled.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)