BEI Genjot Emiten Perkuat Transparansi agar Masuk Indeks Global

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 10:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat atau emiten memperkuat transparansi dan tata kelola untuk meningkatkan peluang masuk ke indeks global.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penguatan tata kelola menjadi salah satu langkah yang terus didorong, termasuk melalui penerapan Peraturan I-A yang baru. Aturan tersebut mengatur aspek tata kelola bagi pihak-pihak yang menyelenggarakan kebutuhan pasar modal maupun jajaran direksi dan komisaris.

“Kami tentu akan mendorong perusahaan-perusahaan. Pertama tentu meningkatkan transparansi, meningkatkan tata kelola,” ujar Jeffrey di Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat (14/8/2026).

Selain itu, BEI akan memperkuat value-up program bagi perusahaan tercatat. Program tersebut ditujukan untuk membantu emiten meningkatkan kualitas keterbukaan informasi sehingga lebih mudah dipahami investor.

Jeffrey berharap peningkatan transparansi dan kinerja perusahaan dapat memperbesar jumlah emiten Indonesia yang masuk ke indeks-indeks global.

“Dengan terus menjaga kinerja perusahaan tetap baik, tentu kita harapkan ke depan akan lebih banyak perusahaan-perusahaan tercatat dari Indonesia yang bisa masuk ke indeks-indeks global,” katanya.

Menurut Jeffrey, BEI juga terus berdiskusi dengan penyedia indeks global dan investor internasional untuk memperoleh masukan mengenai sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki di pasar modal Indonesia.

Salah satu masukan berkaitan dengan kemudahan investor dalam membaca informasi mengenai pemegang saham dengan kepemilikan 1%.

BEI kemudian menambahkan informasi mengenai tipe investor dalam publikasi terbarunya. Ke depan, BEI akan memperkaya informasi tersebut dengan menambahkan keterangan mengenai status afiliasi investor.

“Itu upaya yang kita lakukan terus untuk memberikan informasi yang lebih terbuka dan lebih lengkap kepada investor,” ujar Jeffrey.