Liputan6.com, Jakarta - Manchester United disebut mengambil sejumlah keputusan transfer yang berujung penyesalan setelah pemain yang dilepas justru berkembang pesat di klub lain. Planet Football menilai ada 10 nama pada era Premier League yang masuk kategori itu, dan tujuh di antaranya disorot dalam daftar ini.
Beberapa eks pemain Manchester United tersebut meraih trofi bersama tim barunya, sementara ada pula yang membuat klub barunya menuai keuntungan besar usai direkrut dengan biaya relatif murah. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari relasi yang kurang baik dengan manajer hingga kegagalan beradaptasi.
Berikut rangkuman tujuh pemain yang dianggap dilepas terlalu cepat oleh Manchester United pada era Premier League, seperti dilansir Planet Football.
Dari Stam ke Pique: Keputusan Sir Alex Ferguson
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3599462/original/020122400_1634008066-000_Par1605744.jpg)
1. Jaap Stam
Menikmati tiga musim yang sangat sukses di Manchester United. Bek asal Belanda itu membantu klub meraih tiga gelar Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Interkontinental, serta dua penghargaan UEFA Defender of the Year.
Meski demikian, ia dijual ke Lazio pada 2001 dengan nilai sekitar 16,5 juta pounds saat berusia 29 tahun. Setelahnya Stam tampil impresif di Italia, mempersembahkan Coppa Italia untuk Lazio dan mencapai final Liga Champions 2005 bersama AC Milan.
2. Diego Forlan
Kesulitan mendapatkan tempat utama selama berkostum Manchester United dan hanya mencetak 17 gol dalam 98 penampilan di semua ajang. Kepindahan ke Villarreal mengubah kariernya secara drastis.Â
Dia dua kali memenangkan European Golden Shoe usai menjadi pencetak gol terbanyak La Liga, lalu meraih sukses di Atletico Madrid dengan menjuarai Liga Europa 2010.
3. Gerard Pique
Sempat digadang sebagai bek masa depan Manchester United, namun kesalahan saat kalah 0-1 dari Bolton Wanderers pada 2007 membuat kepercayaan Sir Alex Ferguson menurun. Setahun kemudian, Pique dilepas ke Barcelona dengan nilai sekitar 5 juta pounds. Di Camp Nou, ia berkembang menjadi salah satu bek terbaik generasinya dan dua kali membantu Barcelona mengalahkan Manchester United di final Liga Champions 2009 dan 2011.
Era Louis van Gaal: Welbeck dan Di Maria
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429808/original/047247000_1618483473-000_DV1600293.jpg)
4. Danny Welbeck
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542214/original/027883300_1774936645-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8048512/original/040765400_1780894974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-08T120236.131.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3099613/original/073919700_1586656382-Bek_Tangguh_Manchester_United_06.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409803/original/055774900_1479463912-manchester-united.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320540/original/033599200_1786354181-rashford.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5072989/original/055690300_1735615675-Marcus_Rashford_Manchester_United_vs_Newcastle_United-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568129/original/000732900_1777349962-AP26112675925458.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355105/original/023383000_1758274102-club_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4311593/original/081252400_1675332727-000_338D37B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319377/original/039754200_1786244925-youri_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119056/original/097865600_1738564687-AP25033644014754.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1776134/original/064656500_1511191072-000_DV1962250.jpg)