Gus Kikin Ungkap Pengurus Baru PBNU Bertemu Prabowo

Pertemuan Pengurus Baru PBNU dengan Prabowo membahas sejumlah hal.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 06:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PBNU baru bertemu Presiden Prabowo untuk silaturahmi dan bahas persatuan.
  • Pengurus PBNU 2026-2031 telah diumumkan, melibatkan 210 anggota.
  • Pelantikan pengurus PBNU baru ditargetkan sekitar Hari Santri di Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengaku telah bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kepengurusan baru PBNU masa khidmah 2026-2031.

"Sudah, tadi sudah, sudah (bertemu Prabowo bersama pengurus baru)," ujar Gus Kikin usai konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat, Jakarta, Rabu, 30 September 2026 malam.

Gus Kikin menyebut tidak ada pesan khusus yang disampaikan Prabowo kepada kepengurusan baru PBNU. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi setelah penyusunan struktur kepengurusan selesai.

"Enggak ada (pesan khusus), kita bersilaturahim, titik akhir dari pada penyusunan struktur dari Nahdlatul Ulama itu, kemudian kita bersilaturahim saja," kata Gus Kikin.

Dia mengatakan, pembicaraan dengan Prabowo turut membahas upaya membangun persatuan serta berbagai kegiatan PBNU dan pemerintah.

"Pesan dari Presiden enggak ada yang khusus. Ya kita memang membangun persatuan dan ya memang itulah yang akan kita lakukan memang," ucap dia.

"Kita membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan NU, kegiatan-kegiatan dari pemerintah," sambung Gus Kikin.

 

Pelantikan Pengurus Baru PBNU

Gus Kikin mengatakan pelantikan kepengurusan baru PBNU masa khidmah 2026-2031 ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat.

"Kita targetkan nanti sekitar Hari Santri besok," ucap dia.

Namun, Gus Kikin belum memastikan lokasi pelantikan. Dia menyebut acara kemungkinan digelar di Jakarta dengan melibatkan pondok pesantren.

"Tempatnya kita belum putuskan, masih di Jakarta saja. Kira-kira gitu dan kita mungkin lebih kepada bagaimana kita bersama-sama dengan pondok-pondok pesantren yang ada," tutup Gus Kikin.

 

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031

Sebelumnya, PBNU resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026–2031 pada Rabu malam, 30 September 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gus Kikin.

"Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan," ujar Gus Kikin dalam konferensi pers, Rabu malam, 30 September 2026.

Dia menjelaskan, pemerataan dalam kepengurusan mencakup berbagai generasi, jajaran, serta lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Unsur Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda Ansor juga turut diperhatikan dalam penyusunan struktur baru tersebut.

"Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan," papar Gus Kikin.

Susunan kepengurusan tersebut kemudian dibacakan secara lengkap oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Sejumlah tokoh masuk dalam struktur baru PBNU. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tercatat sebagai Wakil Ketua PBNU.

Sementara itu, mantan Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin masuk dalam jajaran Mustasyar. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga tercatat sebagai Mustasyar PBNU.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6