Prabowo Cerita Kisah Risky, Anak Penjual Ikan yang Kembali Sekolah

Prabowo menceritakan kisah Risky, anak 12 tahun yang sempat putus sekolah dan berjualan ikan sebelum kembali belajar lewat Sekolah Rakyat.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 11:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah melalui Sekolah Rakyat berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
  • Sekolah Rakyat menyediakan asrama, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan aman.
  • Telah dibuka 182 Sekolah Rakyat, termasuk 93 permanen, sesuai amanat UUD 1945.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Salah satu kisah yang disampaikan Prabowo adalah Muhammad Risky Pratama, siswa berusia 12 tahun yang sempat putus sekolah.

Risky kini kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya. Selain ruang kelas, sekolah tersebut menyediakan tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, serta lingkungan yang aman.

“Kita juga membangun Sekolah Rakyat. Sekolah berasrama bagi anak dari keluarga paling tidak berdaya, dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Kita ingin memutuskan lingkaran kemiskinan,” kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya membuat anak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.

“Kalau orang tua mengalami kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh. Sesuai Pasal 34 Undang Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi,” ujarnya.

 

93 Sekolah Rakyat Permanen

Prabowo mengatakan pemerintah hingga kini telah membuka 93 Sekolah Rakyat permanen. Jika digabung dengan sekolah rintisan, totalnya mencapai 182 Sekolah Rakyat.

“Hari ini, 93 Sekolah Rakyat permanen kita buka. Ditambah Sekolah Rakyat rintisan, total sudah 182 Sekolah Rakyat kita buka,” katanya.

Di antara para siswa yang mengikuti program tersebut terdapat Risky.

Prabowo menceritakan, sebelum kembali bersekolah, Risky pernah mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Risky juga sempat putus sekolah. Ketika itu, kemampuan membaca dan menghitungnya masih belum lancar.

Dia pun mengajak para pejabat melihat tubuh Rizky yang kurus, tapi sanggup membawa 30 kg ikan.

"Rizky, berdiri lagi. Rizky, berdiri lagi. Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kg ikan, luar biasa kau, Rizky. Kau anak yang baik," ucap dia.

Hari ini, Risky kembali duduk di bangku sekolah dan memiliki kesempatan untuk menata kembali cita-citanya.

“Hari ini, Risky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak,” kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6