Emiten MDKA Melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Rp 1,5 Triliun

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memakai kas internal dan obligasi untuk melunasi pokok dan bunga obligasi.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan pelunasan pokok serta pembayaran bunga ke-12 atas obligasi berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2023 seri B.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8/2026), perseroan telah melaksanakan pelunasan obligasi yang jatuh tempo pada 4 Agustus 2026 antara lain pokok obligasi sebesar Rp 1,47 triliun dan bunga ke-12 obligasi sebesar Rp 29,50 miliar.

PT Merdeka Copper Gold Tbk menyebutkan, jumlah pelunasan pokok dan pembayaran bunga ke-12 obligasi adalah sebesar Rp 1,50 trliun. Perseroan telah menyetor dana kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku agen pembayaran yang telah ditunjuk oleh perseroan pada 31 Juli 2026. Dana itu akan didistribusikan oleh KSEI kepada pemegang obligasi pada 4 Agustus 2026.

"Sumber pendanaan yang digunakan oleh perseroan untuk melunasi pokok serta membayar bunga ke-12 obligasi berasal dari dana yang diperoleh perseroan dari hasil penerbitan obligasi berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2026 dan kas internal perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, transaksi ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban perseroan untuk melunasi pokok serta pembayaran bunga obligasi yangn telah jatuh tempo. Hal ini sebagai bagian dari pengelolaan liabilitas dan pemenuhan komitmen kepada pemegang obligasi.

Perseroan menyatakan dengan dilakukan pelunasan pokok dan pembayaran bunga ke-12 obligasi itu seluruh kewajiban perseroan atas obligasi itu telah berakhir. Perseroan menyatakan tidak ada dampak material lain atas pelunasan pokok serta pembayaran bunga ke-12 obligasi terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum dan keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.

Kinerja Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pertumbuhan pendapatan dan mencetak laba pada kuartal pertama 2026.

Perseroan meraih pendapatan konsolidasi US$ 620,3 juta pada kuartal pertama 2026, naik 24% dari periode sama tahun sebelumnya US$ 502,2 juta. Selain itu, earning before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) naik 182% menjadi US$ 249,9 juta pada kuartal pertama 2026 dari kuartal pertama 2025 sebesar US$ 88,6 juta.

Perseroan mencatat laba bersih konsolidasi mencapai US$ 120,2 juta dibandingkan US$ 2,6 juta pada kuartal pertama 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau net profit after minority interest (MPATMI) tercatat US$ 57,5 juta pada kuartal pertama 2026. Kondisi ini berbeda dari periode sama tahun sebelumnya rugi US$ 3,7 juta pada kuartal pertama 2025.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro menuturkan, perseroan mencatat awal tahun yang kuat pada 2026. Ini didukung oleh kenaikan harga jual emas, peningkatan volume penjualan limonit, penguatan margin nikel, serta kontribusi penjualan perdana dari Tambang Emas Pani.

“Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio Perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami yang berkelanjutan pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga,” kata Albert, dikutip dari keterangan resmi, Senin, (29/6/2026).

Emas menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada kuartal pertama 2026 dengan kontribusi sebesar US$ 89 juta, diikuti Nickel Pig Iron (“NPI”) sebesar US$ 67 juta, limonit sebesar US$ 48 juta, High-Grade Nickel Matte (“HGNM”) sebesar US$ 25 juta, dan tembaga sebesar US$ 19 juta.

"Capaian tersebut menunjukkan kemampuan MDKA dalam menangkap peluang penguatan margin melalui portofolio logam yang terdiversifikasi,”  kata dia.

 

 

Produksi Emas

Total produksi emas MDKA meningkat 5% secara tahunan menjadi 26.652 ounces pada kuartal I 2026, terutama didukung oleh kontribusi produksi perdana dari Tambang Emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat harga jual rata-rata sebesar US$ 4.841 per ounce, dengan biaya kas sebesar US$ 685 per ounce termasuk royalti dan kredit perak, sehingga menghasilkan margin tunai sebesar US$ 4.156 per ounce.

Kinerja MBMA

Pada segmen nikel, kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ditopang oleh peningkatan volume penjualan bijih serta membaiknya harga jual. Volume bijih yang ditambang meningkat 143% secara tahunan menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) pada kuartal pertama 2026, didorong oleh kenaikan produksi limonit dan saprolit.

Margin nikel tetap kuat, dengan saprolit dan limonit masing-masing mencatat margin tunai sebesar 14% dan 50%. Sementara itu, NPI mencatat margin kas sebesar 29%, didukung oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan berkurangnya ketergantungan terhadap saprolit pihak ketiga.

 

Sumber Daya Perseroan

MDKA juga terus memajukan sejumlah platform pertumbuhan utama selama dan setelah periode pelaporan. Proyek Tembaga Tujuh Bukit saat ini berada dalam tahap Feasibility Study. Penyelesaian ditargetkan pada semester II 2026.

Di Pani, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa, yang meningkatkan total sumber daya mineral Tambang Emas Pani dari 7,0 juta ounces menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas. EMAS juga menyelesaikan pencatatan sekunder di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada Juni 2026, memperluas akses Perseroan kepada investor internasional.

Di segmen hilir nikel, PT ESG New Energy Material memproduksi 5.194 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal pertama 2026, didukung oleh pengiriman bijih yang lebih efisien setelah penyelesaian Feed Preparation Plant di Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan jalur pipa slurry menuju IMIP pada kuartal IV 2025. Proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) telah menyelesaikan commissioning pada akhir kuartal II 2026 dan saat ini menunggu penerbitan Izin Usaha Industri (IUI). Produksi dijadwalkan meningkat secara bertahap sepanjang semester kedua 2026.

MDKA mempertahankan posisi likuiditas yang solid sepanjang kuartal tersebut. Per 31 Maret 2026, Perseroan memiliki kas dan bank sebesar US$ 545 juta serta fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar US$ 130 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada pada level 3,0 kali, di bawah batas rasio yang dipersyaratkan sebesar 5,0 kali.

Ke depan, MDKA berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan momentum kinerja kuartal I 2026, didukung oleh penguatan margin emas, peningkatan volume bijih nikel, peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara bertahap, pengembangan proyek hilir nikel, serta kemajuan Proyek Tembaga Tujuh Bukit. Perseroan akan terus berfokus pada alokasi modal yang disiplin, efisiensi operasional, dan pengembangan portofolio yang terdiversifikasi untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang.