Bursa Asia Menghijau, IHSG Kembali Tembus 4.500

Mengikuti bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18,79 poin ke level 4.485 pada Senin pekan ini.

Diterbitkan 10 Februari 2014, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Sesuai proyeksi, pergerakan indeks saham melanjutkan penguatan pada awal pekan ini. Sentimen positif dari bursa saham regional mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada pra perdagangan saham, Senin (10/2/2014), IHSG dibuka menguat 18,79 poin atau 0,42% ke level 4.485,46. Indeks saham LQ45 naik 0,91% menjadi 757,85.

IHSG kembali melanjutkan penguatan pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik 29,90 poin atau 0,72% ke level 4.496,56. Penguatan indeks saham itu ditopng dari 110 saham bergerak di zona hijau. Sementara itu, hanya 13 saham melemah dan 38 saham tidak bergerak. IHSG pun sempat tembus level tertinggi 4.502.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.428 kali dengan volume perdagangan saham 125,05 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 135,16 miliar.

10 sektor saham menopang pergerakan indeks saham. Sektor saham konstruksi naik 1,18%, selanjutnya sektor saham aneka industri naik 1,01%, dan sektor saham industri dasar menguat 1,11%.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 17 miliar. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 18 miliar.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MAYA naik 6,06% ke level Rp 2.100 per saham, saham CTRS menguat 2,67% ke level Rp 1.920 per saham, dan saham LPCK naik 2,15% menjadi Rp 5.950 per saham.

Sementara itu, saham-saham lapis kedua cenderung melemah antara lain saham KPIG turun 1,72% menjadi Rp 1.140 per saham, saham SULI turun 1,33% menjadi Rp 74 per saham, dan saham POLY melemah 1,09% menjadi Rp 91 per saham.

Analis PT Samuel Sekuritas, Yualdo Prawiro mengatakan, IHSG melanjutkan penguatan mengikuti sentimen positif dari bursa saham global dengan resistance indeks saham di level 4.494.

Sementara itu, nilai tukar rupiah masih belum berubah dari harga penutupan di kisaran Rp 12.161 terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bursa saham Asia cenderung menguat terutama bursa saham Jepang yang didukung oleh pelemahan Yen. (Ahm)