Garuda Indonesia Rombak Jajaran Direksi, Simak Daftar Terbarunya

PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk merombak susunan pengurus.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi mengubah susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Perubahan ini menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat transformasi bisnis dan mempercepat fase pemulihan kinerja.

Dalam agenda perubahan pengurus, pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, setelah menjabat Komisaris sejak Oktober 2025. Di saat yang sama, Sugito Anjasmoro ditunjuk sebagai Komisaris, sementara Eksitarino Irianto diberhentikan dengan hormat dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service.

Direktur Utama Glenny Kairupan mengatakan perubahan susunan manajemen ini diharapkan memperkuat akselerasi transformasi perusahaan. Menurutnya, transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan pondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang. 

"Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” tutur Glenny.

Adapun susunan direksi baru Garuda Indonesia hasil RUPST per 13 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

 

Sementara susunan Dewan Komisaris terdiri dari:

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro
  •  

 

Agenda RUPST Lainnya

Selain perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lain, di antaranya pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, penetapan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026, persetujuan pendelegasian kewenangan atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027 beserta perubahannya, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum.

Di tengah agenda korporasi tersebut, Garuda juga melaporkan kinerja operasional yang membaik pada kuartal I 2026. Jumlah penumpang Garuda Indonesia Group tumbuh 6,76% secara tahunan menjadi 5,42 juta penumpang, sementara pendapatan usaha naik 5,36% menjadi USD 762,35 juta. Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih sebesar 45,2% menjadi USD 41,62 juta.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” pungkas  Glenny.

 

Kinerja Kuartal I 2026

Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026. Hal ini seiring dengan penguatan trafik penumpang dan peningkatan kapasitas produksi penerbangan di seluruh lini operasional Perseroan.

Sepanjang periode Januari-Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut sebanyak 5,42 juta penumpang, tumbuh 6.76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,08 juta penumpang.

Adapun pertumbuhan trafik tersebut turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87% menjadi 19.337 penerbangan dibandingkan 18.265 penerbangan pada Kuartal I 2025.

Pertumbuhan trafik tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasian Perseroan sebesar 5,36% menjadi USD 762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 723,56 juta.

Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7.36% menjadi USD 648,10 juta dibandingkan USD 603,69 juta pada Kuartal I 2025.

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 75,93 juta.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan perbaikan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) menjadi 91.01% pada Kuartal I 2026 dibandingkan 87.93% persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional armada, hingga akhir Kuartal I 2026 Perseroan berhasil mengoperasikan hingga 102 armada serviceable sebagai bagian dari akselerasi program return-to-service (RTS) aircraft yang saat ini terus dijalankan secara bertahap guna mendukung kebutuhan kapasitas penerbangan.

Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 2,47 juta penumpang, sementara Citilink⁠ mengangkut sebanyak 2,94 juta penumpang.