Danantara Masuk jadi Pemegang Saham GOTO, Bakal Tingkatkan Porsi Bertahap

CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan Danantara telah masuk jadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Diterbitkan 05 Mei 2026, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan meningkatkan kepemilikan saham secara bertahap di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah masuk sebagai investor.

Hal itu disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026), dikutip dari Antara.

"Kita sudah masuk, terus akan kita tingkatkan secara bertahap,” ujar Rosan saat menjawab pertanyaan terkait kabar masuknya Danantara ke PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Akan tetapi, Rosan belum merinci besaran porsi kepemilikan saham Danantara di GoTo saat ini.

Rosan juga belum mengungkapkan target porsi investasi dan skema investasi yang dipakai oleh Danantara.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek daring.

Dasco menuturkan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membenahi ekosistem industri transportasi berbasis aplikasi termasuk menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator.

Dasco menyebut, potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 10 hingga 20 persen akan ditekan menjadi delapan persen melalui kebijakan pemerintah.

Kehadiran pemerintah melalui kepemilikan saham di perusahaan aplikator diharapkan dapat memberikan ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pengemudi.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar delapan persen bagi pengemudi ojek daring.

 

GoTo Raup Laba Bersih Rp 171 Miliar pada Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan tonggak sejarah baru pada awal 2026. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, perusahaan teknologi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I 2026.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja GoTo Kuartal I-2026, di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

Hans mengatakan, perjalanan GoTo berlanjut seiring dengan upaya perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. 

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Adapun pencapaian laba bersih senilai Rp 171 miliar ini  menunjukkan peningkatan Rp 538 miliar YoY dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 367 miliar pada kuartal I-2025.

Hans mengatakan, Perseroan terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar 22% YoY menjadi 69 juta.

 

Struktur Keuangan

Selain itu, GoTo juga mencatatkan pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp 5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65% YoY menjadi Rp 138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp 236 triliun, meningkat 63% YoY.

EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun

“Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp 1,3 triliun menunjukkan perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya. Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp 288 miliar,” ujarnya.

Disamping itu, GoTo terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.