Emiten BIRD Kantongi Pendapatan Rp 1,45 Triliun pada Kuartal I 2026

Blue Bird (BIRD) menjaga kinerja keuangan kuartal pertama 2026 yang didukung momen Lebaran dan sejumlah pengembangan layanan.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 11,6%, sementara EBITDA Perseroan mencapai Rp 341,8 miliar dengan laba bersih Rp 157 miliar.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengatakan, pencapaian ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga eksekusi operasional yang disiplin melalui penguatan kualitas layanan dan kesiapan bisnis.

Seiring semakin beragamnya pilihan mobilitas yang tersedia bagi pelanggan. Layanan taksi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% secara tahunan, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan bersaing di tengah dinamika industri transportasi.

Adrianto menyampaikan, capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga layanan di tengah kebutuhan mobilitas yang dinamis.

“Kami terus menjaga layanan tetap konsisten dengan memastikan armada selalu siap, kualitas layanan tetap terjaga, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan layanan lebih mudah diakses," kata Andrianto dalam keterangan resmi Blue Bird, Selasa (5/5/2026).

Konsistensi layanan melalui kanal digital juga terlihat dari pertumbuhan pengguna MyBluebird sebesar 22,4% dengan penggunaan fitur fixed price yang meningkat 29,2% secara year-on-year, menunjukkan semakin tingginya adopsi kanal digital oleh pelanggan.

"Perseroan juga memanfaatkan teknologi untuk membaca pola permintaan secara lebih presisi, termasuk berdasarkan area, momentum kegiatan, hingga jam operasional, sehingga penempatan armada dapat dilakukan secara lebih responsif dan efisien," ujar dia.

Performa Bluebird

Pada periode Lebaran 2026, Bluebird mencatat performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat selama musim mudik dan libur panjang.

"Di saat yang sama, Perseroan terus memperluas jangkauan layanan melalui penambahan titik pangkalan di berbagai wilayah, yang secara total meningkat sekitar 43% dibandingkan kuartal I tahun lalu," ujarnya.

Bluebird Group turut melanjutkan pengembangan bisnis berkelanjutan melalui ekspansi kendaraan listrik di sejumlah kota, termasuk penguatan inisiatif mobilitas ramah lingkungan di Bandung dan Bali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan solusi transportasi yang semakin nyaman dan berkelanjutan.

 

 

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat pendapatan Rp5,7 triliun pada 2025. Hal ini didorong kinerja solid lintas lini serta adaptasi berkelanjutan menghadapi disrupsi teknologi industri transportasi nasional.

"Pada tahun buku 2025, kami mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sejak disrupsi teknologi. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun, tumbuh 13,2 persen secara tahunan (yoy)," kata Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono dikutip dari Antara, Rabu (1/4/2026).

Dia menyampaikan kinerja yang solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun non-taksi, yang secara kolektif berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan itu mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih sebesar Rp643,4 miliar, masing-masing tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah EBITDA maupun laba bersih di tahun sebelumnya.

 

 

 

Optimalkan Kapasitas Layanan

Hanya saja, dia menegaskan kinerja tersebut menunjukkan perseroan tidak hanya berhasil beradaptasi di tengah disrupsi industri, tetapi juga mampu tumbuh melampaui capaian pada era sebelum kehadiran ride-hailing, melalui konsistensi kualitas layanan sebagai fondasi utama bisnis.

Menurut dia, pencapaian itu mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital.

"Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan mobility-as-a-service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda," ujarnya.

Perusahaan itu juga mengoptimalkan kapasitas layanan melalui penambahan sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit termasuk armada listrik.

Ekspansi jaringan operasional turut dilakukan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta perluasan pangkalan yang kini telah mencapai lebih dari 1.300 titik strategis di berbagai kota.

Fokus Pengembangan Bisnis

Perseroan akan fokus mempercepat pengembangan bisnis melalui ekspansi yang lebih adaptif ke kota-kota strategis, sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

Bluebird juga akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel untuk menjangkau spektrum kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, dengan tetap mempertahankan standar keamanan dan kenyamanan.

"Strategi ini tidak berfokus pada kompetisi harga, melainkan pada perluasan relevansi layanan," ucapnya.

Dengan kapabilitas yang telah dibangun, Bluebird juga akan mendorong penciptaan permintaan baru melalui optimalisasi berbagai saluran distribusi, baik melalui kanal digital milik sendiri maupun kemitraan yang diperluas melalui platform digital dan titik layanan di lokasi strategis.

Seluruh upaya ini ditopang oleh peran para garda terdepan, termasuk pengemudi dan tim customer response, yang menghadirkan pengalaman layanan berbasis human connection dan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

 

Â