Liputan6.com, Jakarta - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Mei 2026 cenderung bergerak konsolidatif di tengah sejumlah sentimen domestik maupun global yang masih membayangi pasar.
Menurut dia, arah pergerakan IHSG pada bulan depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen pasar, terutama stabilitas nilai tukar rupiah, dinamika global, serta hasil evaluasi market accessibility review dari MSCI.
“Karena memang itu sebenarnya tergantung sentimen ya. Saya sih jujur saja, kinerja pergerakan IHSG itu semuanya bergantung kepada sentimen. Karena kalau misalnya kita melihat, sentimen ini tentunya mempengaruhi prospek IHSG pada Mei 2026,” kata Nafan kepada Liputan6.com, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Advertisement
Nafan menilai tekanan terhadap rupiah yang sempat terdepresiasi ke kisaran Rp 17.300 per dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi menjadi hambatan bagi laju indeks. Menurutnya, investor cenderung lebih mempertimbangkan stabilitas mata uang sebelum meningkatkan aliran dana ke pasar modal domestik.
Ia menekankan bahwa langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs, baik melalui intervensi maupun kebijakan moneter, akan menjadi kunci penting untuk menopang kepercayaan investor.
“Jadi kuncinya itu ada di rupiah. Ya pokoknya itu yang terpenting adalah sejauh mana BI melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, termasuk intervensi yang BI lakukan,” jelasnya.
Selain faktor domestik, sentimen global juga dinilai masih akan membayangi pasar, mulai dari konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah hingga kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan risk premium bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Rebalancing Indeks MSCI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
Di sisi lain, pasar juga menanti perkembangan terkait rebalancing indeks MSCI pada Mei 2026. Nafan menyoroti belum adanya penambahan emiten baru dalam indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Small Cap lantaran MSCI masih mengevaluasi implementasi reformasi transparansi pasar modal Indonesia, khususnya terkait konsentrasi kepemilikan saham dan batas minimum free float 15%.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi aliran dana asing, bahkan menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar meskipun fundamental dan kinerja keuangannya relatif solid pada kuartal I 2026.
“Kalau untuk bulan Mei lebih cenderung untuk saya sih konsolidasi untuk bulan Mei. Investor pun juga harus menantikan perilisan data inflasi di tanah air, GDP Indonesia, data-data makro ekonomi domestik lainnya, serta menunggu hasil review dari MSCI,” tutur Nafan.
Ia menambahkan, apabila belum ada perkembangan positif terkait reformasi market accessibility sebelum evaluasi MSCI berikutnya, maka tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi jumbo masih berpotensi berlanjut. Investor pun disarankan mencermati rilis data makroekonomi domestik sebagai penentu arah pasar selanjutnya.
Advertisement
Rentang Pergerakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
Mengacu pada riset Mirae Asset Sekuritas, IHSG pada 2026 memiliki rentang pergerakan yang cukup lebar. Dalam skenario negatif, indeks berpotensi menguji level 6.684, sementara dalam skenario positif dapat mengarah hingga 8.312.
Dalam skenario positif, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 8.312 pada 2026, seiring peluang perbaikan sentimen pasar dan aliran dana asing yang kembali masuk.
Secara historis, terdapat peluang penguatan pasar pada periode Mei hingga Juli, seiring pola musiman yang menunjukkan kecenderungan kinerja positif dalam rentang tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546286/original/004546200_1629449459-Warren_Buffet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617314/original/014838100_1635506270-29_oktober_2021-4-ok.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318732/original/011345800_1786151611-Ilustrasi_wall_street_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)