Mitsubishi Gelontorkan Rp 12,73 Triliun untuk Tambah Saham di Ayala Filipina

Mitsubishi Corp. menggelontorkan hingga US$ 711 juta untuk meningkatkan kepemilikannya di konglomerat Filipina Ayala Corp. menjadi 15%.

Diterbitkan 25 September 2026, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mitsubishi Corp., salah satu perusahaan perdagangan terbesar Jepang, akan menggelontorkan dana hingga 44,6 triliun peso Filipina atau US$ 711 juta (sekitar Rp 12,73 triliun dengan estimasi kurs Rp 17.903 per dolar AS) untuk meningkatkan kepemilikannya di Ayala Corp., salah satu konglomerasi tertua di Filipina.

Melalui transaksi tersebut, Mitsubishi akan membeli 68,6 juta saham baru dan saham yang telah beredar dengan harga 650 peso per saham. Transaksi ini akan meningkatkan kepemilikan Mitsubishi di Ayala dari 4,7% menjadi 15%.

Dikutip dari Forbes, Jumat (25/9/2026), meski Mitsubishi membayar premi 22% dari harga penutupan saham Ayala pada Senin saat transaksi diumumkan, saham Ayala justru turun hingga 6,5% pada Selasa.

“Transaksi ini mewakili lebih dari sekadar investasi modal. Ini mencerminkan kuatnya hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun serta keselarasan dalam nilai, pemikiran jangka panjang, dan pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab,” kata Chairman Ayala Jaime Augusto Zobel de Ayala dalam pernyataan.

Mitsubishi pertama kali berinvestasi di Ayala pada 1974, ketika bisnis perusahaan masih berfokus pada properti dan perbankan.

 

Menunggu Persetujuan Regulator

Selain membeli saham Ayala, Mitsubishi juga akan membeli saham preferen dengan hak suara senilai 71,9 juta peso. Transaksi tersebut akan meningkatkan hak suara Mitsubishi di Ayala menjadi 20%.

“Kedua perusahaan akan berupaya memperluas kerja sama di berbagai bisnis utama Ayala, termasuk sektor properti dan energi,” kata Mitsubishi dalam pernyataan terpisah.

Dari transaksi tersebut, Ayala akan menerima 20 miliar peso dari penjualan saham baru dan saham treasuri. Dana itu akan digunakan untuk membayar utang, melanjutkan program pembelian kembali saham Ayala dan anak usahanya, serta membiayai ekspansi.

Sementara itu, keluarga Zobel melalui Mermac dan pemegang saham lainnya akan menerima 24,6 miliar peso. Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator.

Keluarga Jaime Zobel merupakan salah satu keluarga terkaya di Filipina dengan kekayaan sekitar US$ 2,8 miliar pada Agustus 2026.

Ayala didirikan di Manila pada 1834 ketika keluarga tersebut memulai bisnis penyulingan. Kini, Ayala berkembang menjadi salah satu konglomerasi paling terdiversifikasi di Filipina, dengan bisnis telekomunikasi, pendidikan, kesehatan, dealer otomotif, energi terbarukan, logistik, pusat perbelanjaan, hotel, hingga ritel.