Emiten HRUM Siapkan Rp 120 Miliar Buat Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) akan buyback saham sebanyak 111.000.000 saham HRUM selama tiga bulan.

Diterbitkan 25 September 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengumumkan pembelian kembali saham atau buyback saham selama tiga bulan pada 28 September 2026-24 Desember 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (25/9/2026), PT Harum Energy Tbk menyiapkan dana Rp 120 miliar untuk buyback saham yang berasal dari kas internal perseroan.

Perkiraan jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan maksimal sebanyak 111.000.000 saham atau setara dengan 0,82% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Berdasarkan perkiraan itu, dengan nilai nominal Rp 20 per saham, jumlah nilai nominal saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan sebesar Rp 2,2 miliar.

Dengan tunduk pada ketentuan POJK 13/2023, jumlah seluruh saham yang dibeli kembali oleh perseroan pada saat diselesaikannya buyback saham tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

“Perseroan berkeyakinan pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan mengingat perseroan memiliki modal kerja serta kas dan setara kas yang cukup untuk mendanai buyback saham bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan pelaksanaan buyback saham dengan harga saham yang diatur sesuai dengan ketentuan POJK 29/2023. Adapun buyback saham dilakukan melalui BEI, dan perseroan akan menunjuk satu perantara pedagang efek untuk melaksanakan buyback saham melalui perdagangan di BEI selama periode pelaksanaan buyback saham.

"Pelaksanaan buyback saham diharapkan tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha dan operasional perseroan karena perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Berdasarkan data RTI, harga saham HRUM ditutup stagnan di Rp 875 per saham. Harga saham HRUM berada di level tertinggi Rp 880 dan terendah Rp 865 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 806 kali dengan volume perdagangan saham 49.167 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,3 miliar.

Penutupan IHSG pada 25 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (25/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 9,6 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,90% menjadi 6.241,89. Indeks saham LQ45 melemah 0,35% menjadi 621,10. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi dari IHSG ini sejalan dengan yang disampaikan pada laporan teknikal Jumat pagi ini. Di sisi lain, ia menilai meningkatnya yield UST di atas 5% yang menekan negara-negara berkembang dan menyebabkan aliran dana keluar pada Surat Berharga Negara (SBN).

“Di sisi lain, diperkirakan akan adanya implementasi kebijakan batas bawah minimum Rp 1 Senin, 28 September 2026,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.328,41 dan terendah 6.231,83. Sebanyak 558 saham melemah sehingga bebani IHSG. 118 saham menguat dan 117 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.633.692 kali dengan volume perdagangan saham 33,3 miliar saham. Nilai tranasksi harian saham Rp 9,6 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.894.

Seluruh sektor saham tertekan menjelang akhir pekan ini. Sektor saham industri merosot 2,52%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur terpangkas 2,22% dan sektor saham transportasi tergelincir 1,84%.

Sektor saham energi melemah 1,18%, sektor saham basic turun 0,97%, dan sektor saham consumer nonsiklikal merosot 1,37%. Koreksi ini juga dialami sektor saham consumer siklikal yang tergelincir 1,03%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,77%, sektor saham keuangan terpangkas 0,45%. Lalu sektor saham properti merosot 1,26% dan sektor saham teknologi melemah 1,73%.