Bursa Asia Dibuka Perkasa, Nikkei dan Kospi Cetak Rekor

Bursa Asia mencetak rekor tertinggi dipicu sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata Iran.

Diterbitkan 23 April 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan bursa Asia mencatatkan rekor tertinggi pada awal perdagangan Kamis ini, dipimpin oleh penguatan saham di Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan.

Sentimen positif datang dari perpanjangan gencatan senjata Iran oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, serta kinerja laporan keuangan perusahaan yang solid.

Kenaikan ini mengikuti penguatan pasar saham AS atau Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Investor merespons positif keputusan Trump yang memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan.

Trump menyebut langkah tersebut diambil karena kondisi pemerintahan Iran yang dinilai “terpecah secara serius”.

“Berdasarkan fakta bahwa pemerintahan Iran saat ini terpecah secara serius—yang sebenarnya tidak mengejutkan—dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” ujar Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari CNBC, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Iran mengajukan proposal terpadu atau hingga proses negosiasi selesai. Namun, militer AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

 

 

Penyelesaian Konflik Tidak Jelas

Meski sentimen pasar membaik, ketidakpastian masih membayangi. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa negosiator Teheran tidak akan menghadiri pembicaraan dengan AS karena dianggap sebagai “waste of time”.

Situasi ini membuat timeline penyelesaian konflik menjadi tidak jelas. Bahkan, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan menunda perjalanannya untuk mengikuti perundingan damai.

Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah angkatan laut Iran menyatakan telah menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.

Di pasar energi, harga minyak ikut menguat. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,22% menjadi USD 93,2 per barel, sementara Brent menguat 0,39% ke USD 102,25 per barel.

Kenaikan harga minyak ini turut menopang sentimen di pasar saham, khususnya di kawasan Asia yang sensitif terhadap dinamika energi global.

 

Gerak Bursa Asia

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mencapai rekor tertinggi intraday di level 60.013,98, didorong lonjakan saham sektor teknologi. Saham SoftBank Group naik lebih dari 6%, sementara Mitsubishi Industries menguat 1,86%.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan juga mencetak rekor tertinggi di level 6.538,72 atau naik 1,75%. Indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil ikut menguat 0,58%.

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan juga melampaui ekspektasi pada kuartal pertama tahun ini, dengan ekspansi 1,7% dibandingkan kuartal sebelumnya—lebih tinggi dari perkiraan Reuters sebesar 1,0%.

Di kawasan lain, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,56%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong bergerak stabil di kisaran 26.169.

Dari Wall Street, indeks S&P 500 naik 1,05% ke 7.137,90 dan Nasdaq melonjak 1,64% ke 24.657,57, sekaligus mencetak rekor intraday baru. Adapun Dow Jones Industrial Average naik 0,69% atau 340,65 poin ke level 49.490,03.