Debut Como 1907 di Liga Champions Berakhir 4-1, Fabregas: Jangan Terlena

Como 1907 kalahkan RB Leipzig 4-1 di Stadio Sinigaglia. Fabregas puas namun mengingatkan fokus ke Parma dan menegaskan Serie A tetap prioritas.

Diterbitkan 11 September 2026, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Como 1907 membuka kiprah perdana di Liga Champions dengan kemenangan telak atas RB Leipzig. Bermain di Stadio Sinigaglia yang telah direnovasi, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Como menang 4-1, seperti dilaporkan Football Italia.

Empat gol tuan rumah dicetak oleh pemain yang sudah berada di skuad sejak musim lalu: Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, serta Maxi Perrone yang masuk sebagai pemain pengganti. Malam bersejarah itu menandai start Eropa yang ideal bagi klub asal Danau Como tersebut.

Meski demikian, pelatih Cesc Fabregas enggan tim larut dalam euforia. Como akan melanjutkan agenda domestik melawan Parma pada Senin, dan ia menuntut level intensitas yang sama seperti saat menghadapi Leipzig.

"Saya bahagia, tetapi itu hanya akan bertahan selama lima menit, karena kemudian kami harus mempersiapkan diri menghadapi Parma pada Senin dan membutuhkan energi yang sama seperti malam ini," ujar Fabregas kepada Sky Sport Italia.

Fabregas menilai partisipasi di Liga Champions adalah buah dari kerja keras musim lalu, namun ia menempatkan liga domestik sebagai prioritas.

"Saya memahami ini malam bersejarah bagi kota dan klub. Ini adalah hadiah yang pantas kami dapatkan atas kerja luar biasa yang kami lakukan musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi target terpenting," lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Main Tiap Tiga Hari, Mentalitas Diuji

Memasuki musim dengan dua kompetisi berintensitas tinggi, Como harus belajar mengelola badan dan pikiran. Fabregas menyoroti pentingnya kesiapan mental untuk menghadapi jeda pertandingan yang rapat.

Ia mengingatkan skuadnya agar tidak hanya terdorong oleh atmosfer Liga Champions, tetapi juga total di Serie A.

"Kami adalah tim muda, kami mendapatkan dorongan energi dari Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika kemudian kami tidak memberikan segalanya di Serie A." kata Fabregas.

Dengan rangkaian laga yang datang tiap tiga hari, konsistensi menjadi kata kunci.

"Kami harus rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat sulit dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat." ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Fabregas menyadari Como belum terbiasa dengan ritme Eropa. Di sisi lain, komposisi tim juga mengalami perombakan, membuat sejumlah pemain baru membutuhkan waktu untuk menyatu dengan sistem yang diinginkan staf pelatih.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan