Gudang Garam Sebut Bandara Dhoho Belum Bakal Cetak Cuan

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengaku sejauh ini belum ada keuntungan dari Bandara Internasional Dhoho, meski kerugian perusahaan menyusut.

Diterbitkan 10 September 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) buka-bukaan soal nasib Bandara Internasional Dhoho yang dibangun tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), belum memberikan keuntungan signifikan.

"Bandara ini proyek jangka panjang yang belum memberikan kontribusi positif," ujar Direktur & Corporate Secretary PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Heru Budiman, dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Di balik lonjakan laba bersih perusahaan yang meroket ribuan persen pada semester I 2026, proyek raksasa tersebut belum berkontribusi secara komersial. Pada semester I 2026, Gudang Garam naik 2.375% menjadi Rp 2,97 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 120 miliar.

Ia menegaskan kondisi ini diperkirakan terus berlanjut tanpa ada kepastian kapan bandara ini akan mulai menyumbang laba. "Itu akan kami perkirakan tetap seperti itu buat beberapa tahun ke depan," ungkap Heru.

Menariknya, meski bisnis ini masih menjadi beban, Gudang Garam memastikan tidak akan mengucurkan dana besar lagi ke proyek tersebut tahun ini.

Ia menegaskan terkait realisasi belanja modal (capex) hingga akhir 2026."Untuk bandara pun capex kita tidak ada lagi saat ini," ujar dia.

Satu-satunya pos investasi infrastruktur yang masih berjalan hanyalah pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Dhoho dengan estimasi belanja modal tahun ini sekitar Rp 1-2 triliun.

Sikap hati-hati ini sejalan dengan data keuangan segmen infrastruktur Gudang Garam, di mana lini bisnis infrastruktur tercatat masih membukukan rugi operasional sebesar Rp 166,9 miliar pada semester I 2026.

 

Rugi Operasional Gudang Garam Tetap Menurun

Meski begitu, angka ini sebenarnya sudah cukup menyusut dibanding periode sebelumnya yang mencapai Rp 332,78 miliar, dengan penopang utamanya dari pendapatan proyek pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung, bukan operasional penerbangan penumpang di Bandara Dhoho itu sendiri.

Dengan kata lain, sekalipun rugi segmen infrastruktur berhasil dipangkas nyaris separuhnya, penyusutan itu lebih banyak ditopang konstruksi tol yang sedang dikerjakan, bukan oleh membaiknya trafik penerbangan di bandara yang digadang-gadang menjadi gerbang baru Jawa Timur bagian selatan ini.

Ke depan, Gudang Garam berencana tidak menambah ekspansi baru. "Selain Doho dan proyek jalan tol, sementara ini kita tidak punya rencana yang lain," ujar Heru,

Ia juga mengindikasikan fokus untuk menuntaskan proyek yang sudah berjalan.