Rekomendasi Saham Hari Ini 9 April 2026: EMAS, AADI, OASA hingga MDKA

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Kamis, (9/4/2026).

Diterbitkan 09 April 2026, 08:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (9/4/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melonjak 4,42% disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 573 miliar pada perdagangan saham Rabu, 8 April 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBNI, AADI, BRMS, BBCA dan ENRG.

“IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.050-7.100 dan level resistance 7.300-7.400 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat level resistance berikutnya di 7.325. Jika level resistance ini ditembus, IHSG akan semakin melanjut ke 7.600 yang merupakan level resistance jangka menengah.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Trading Idea hari ini: EMAS, AADI, BREN, BNBR, OASA, dan MDKA

EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 8075-8150, cutloss di bawah 8025. Target dekat di 8300-8500.

AADI Buy on Weakness dengan area beli di 9950-10100, cutloss di bawah 9900. Target dekat di 10425-10600.

BREN Spec Buy dengan area beli di 4900-5000, cutloss di bawah 4820. Target dekat di 5250-5500.

BNBR Spec Buy dengan area beli di 115-118, cutloss di bawah 114. Target dekat di 125-134.

OASA Buy if Break 306 dengan target dekat di 324-336. Cutloss di bawah 294.

MDKA Buy if Break 3310 dengan target dekat di 3360-3450. Cutloss di bawah 3260. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 8 April 2026

 Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada perdagangan saham Rabu, (8/4/2026). Lonjakan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sentuh 17.000.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 4,42% ke 7.279,20. Indeks saham LQ45 bertambah 4,56% menjadi 733,62. Seluruh indeks saham acuan menguat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatatakan, penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia yang menguat. Dari sisi sentimen, pihaknya mencermati dengan ada rencana gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran dan pembukaan Selat Hormuz.

"Selain itu, turunnya harga minyak dunia menjadi katalis positif tersendiri, meskipun dari dalam negeri masih mencermati akan adanya inflasi dan juga risiko fiskal,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Jika dikaitkan dengan FTSE Russell, ia menuturkan, sebenarnya dari FTSE Russell masih mengalami penangguhan untuk indeks Indonesia sehubungan dengan transparansi dan reformasi pasar modal yang sedang dilakukan. FTSE Russell akan mereview kembali saham-saham Indonesia pada Juni 2026.

 

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.281,86 dan level terendah 7.118,58. Sebanyak 623 saham menguat sehingga angkat IHSG. 101 saham melemah dan 95 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.429.238 kali dengan volume perdagangan saham 43,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.005.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic melonjak 8,79%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 3,85%, sektor saham industri mendaki 6,06% dan sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 3,12%.

Selain itu, sektor saham siklikal menanjak 4,39%, sektor saham kesehatan naik 1,85%, sektor saham keuangan bertambah 2,63%, sektor saham properti melesat 3,55%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 4,19%, sektor saham infrastruktur menguat 6,27% dan sektor saham transportasi melesat 3,37%.