Emiten ARCI Kantongi Pendapatan USD 496,22 Juta, Tumbuh 72,53% pada 2025

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat pendapatan tumbuh 72,73% dan laba naik 873,65% pada 2025.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga akhir Desember 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (30/3/2026), PT Archi Indonesia Tbk meraup pendapatan naik 72,53% menjadi USD 496,22 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 287,61 juta.

Beban pokok pelanggan naik 26,01% dari USD 227,09 juta pada 2024 menjadi USD 286,18 juta pada 2025. Dengan demikian, laba bruto perseroan bertambah 247,04% menjadi USD 210,04 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 60,52 juta.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi USD 476.634 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 597.305. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 11,81 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 9,04 juta. Pendapatan operasi lain turun menjadi USD 8,08 juta pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya USD 10,61 juta. Beban operasi lain terpangkas menjadi USD 1,88 juta dari USD 4,89 juta.

Seiring hal itu, laba usaha perseroan naik 260,34% menjadi USD 203,94 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 56,59 juta. Perseroan mencatat laba sebelum beban panjak penghasilan naik 4.707% menjadi USD 165,94 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 20,54 juta. Beban pajak penghasilan naik menjadi USD 63,42 juta dari 2024 sebesar USD 10,12 juta. Seiring hal itu, laba tahun berjalan perseroan naik menjadi USD 102,52 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 10,41 juta.

Perseroan mencatat laba tahun tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 873,65% pada 2025 dari 2024 sebesar USD 10,45 juta. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 0,0041 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 0,0004.

Perseroan mencatat ekuitas naik 32,96% dari USD 272,95 juta pada 2024 menjadi USD 362,92 juta pada 2025. Total liabilitas perseroan naik 12,05% menjadi USD 663,83 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 592,44 juta. Aset perseroan naik 18,64% menjadi USD 1,02 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 865,39 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 24,88 juta pada 2025 dari USD 2024 sebesar USD 4,53 juta.

Tebar Dividen Interim 2025

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar USD 30 juta. Jumlah dividen interim tersebut setara Rp 499,83 miliar (memakai nilai tengah rata-rata Bank Indonesia pada 1 Desember 2025 sebesar Rp 16.661 per dolar AS).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/12/2025), dividen interim itu sesuai keputusan direksi yang telah disetujui komisaris pada 1 Desember 2025.

Perseroan membagikan dividen interim dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 70,47 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 233,11 juta dan total ekuitas sebesar USD 343,95 juta.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025:

  • Cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 10 Desember 2025
  • Ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 Desember 2025
  • Cum dividen di pasar tunai pada 12 Desember 2025
  • Ex dividen di pasar tunai pada 15 Desember 2025
  • Pemegang saham yang berhak atas dividen pada 12 Desember 2025
  • Tanggal pembayaran dividen pada 16 Desember 2025

Rajawali Kapital Emas Beli Saham ARCI, Ini Tujuannya

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan pembelian saham ARCI oleh PT Rajawali Kapital Emas (RKE) dalam rangka restrukturisasi internal.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (21/9/2025), PT Rajawali Kapital Emas (RKE) yang merupakan afiliasi dari PT Rajawali Corpora (RC) telah membeli saham Perseroan sebanyak 2.967.375.000 saham dengan harga Rp 800 per saham.  

Dengan demikian, nilai pembelian saham RKE dari RC itu senilai Rp  2,37 triliun. Selain itu, RKE juga membeli 100.000 saham dari PT Wijaya Anugerah Cemerlang (WAC).

“Tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal (pengalihan antar afiliasi dalam satu grup,” tulis Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra dalam keterbukaan informasi BEI.

Ia menyebutkan, tidak terdapat perubahan terhadap jumlah kepemilikan total saham pengendali setelah transaksi dilakukan. “Tidak terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” kata dia.

Pemegang saham ARCI berdasarkan data BEI antara lain PT Rajawali Corpora sebesar 85%, PT Basis Utama Prima sebesar 6,11%, Hidaya Dwiputro Sulaksono sebesar 0,003% dan masyarakat sebesar 8,8%.