Pertamina Marine Engineering Kantongi Laba Rp 13,32 Miliar

Hasil RUPST Pertamina Marine Engineering (PME) menyepakati laporan tahunan hingga mengesahkan laporan keuangan 2025.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 21:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Marine Engineering (PME) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 23 Juni 2026 di Jakarta. Rapat menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan 2025, sekaligus menetapkan penggunaan laba, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

Direktur PME Heri Santika Permana mengatakan, 2025 menjadi tahun penting bagi perseroan dalam memperkuat ketahanan bisnis dan kapabilitas operasional. Di bidang HSSEE, PME mencatat zero accident, 1,18 juta safe man-hours, serta nihil Lost Time Injury Rate (LTIR) dan Total Recordable Injury Rate (TRIR).

“Dari aspek HSSEE, PME berhasil mempertahankan kinerja keselamatan dengan mencatatkan zero accident, 1,18 juta safe man-hours, serta nilai LTIR dan TRIR nihil sepanjang tahun 2025,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dari sisi operasional, PME menyelesaikan 59 proyek pada segmen Underwater Services atau 268,75% dari target RKAP. Segmen Waste Management dan Dockyard juga melampaui target. Perseroan turut memperkuat layanan melalui investasi Launch Arm Recovery System (LARS) dan Underwater Drone.

Secara keuangan, PME membukukan laba bersih Rp 13,32 miliar, EBITDA Rp 33,98 miliar, dan total aset Rp 441,08 miliar. Laporan keuangan 2025 memperoleh opini audit Wajar Dalam Semua Hal yang Material, sementara tingkat kesehatan perusahaan mencapai skor 78,26 dengan kategori Sehat (A).

Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prasetyo menegaskan pengembangan usaha PME harus didasarkan pada analisis risiko, proyeksi keuntungan, kebutuhan investasi, dan keberlanjutan bisnis. Ia juga mendorong penguatan kualitas layanan, kompetensi SDM, inovasi teknologi, serta penerapan good corporate governance (GCG).

“Setiap pengembangan usaha baru perlu didukung analisis risiko, proyeksi profitabilitas, kebutuhan investasi, serta dampaknya terhadap keberlanjutan perusahaan,” ujarnya dalam kesempatan serupa.

Pemegang saham mengapresiasi kinerja PME sepanjang 2025 dan mendorong perseroan memperkuat tata kelola, mengoptimalkan investasi, meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan SDM, serta menangkap peluang bisnis secara berkelanjutan. PME menegaskan akan menjadikan hasil RUPST sebagai pijakan untuk memperkuat daya saing dan mendorong ekspansi usaha yang terukur.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6