Daftar Perusahaan Publik Terbesar Dunia Versi Forbes Global 2000

Forbes merilis daftar Global 2000 yang memuat peringkat 2.000 perusahaan publik terbesar dunia.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Forbes merilis daftar Global 2000 edisi ke-24 yang memuat peringkat 2.000 perusahaan publik terbesar dunia berdasarkan penjualan, laba, aset, dan nilai pasar. Dalam laporan terbaru tersebut, Forbes mencatat rekor baru pada seluruh indikator utama, dengan total nilai pasar perusahaan dalam daftar melonjak lebih dari US$ 30 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Mengutip laman Forbes, Kamis (25/6/2026), lonjakan tersebut terutama didorong oleh antusiasme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang mendorong kenaikan valuasi perusahaan semikonduktor, perangkat keras, perangkat lunak, hingga penyedia infrastruktur pusat data.

Di tengah tantangan global seperti perang dagang, konflik geopolitik, inflasi, dan tingginya harga energi, perusahaan-perusahaan terbesar dunia tetap mampu membukukan pertumbuhan yang kuat.

Selama 2026, perusahaan-perusahaan dalam daftar Global 2000 membukukan total penjualan sebesar US$ 56 triliun, naik 6% dibanding tahun sebelumnya. Laba gabungan meningkat 13,9% menjadi US$ 5,5 triliun, sementara total aset tumbuh 12,9% menjadi US$ 272 triliun.

Forbes mencatat perusahaan yang terkait dengan rantai pasok AI menjadi motor utama kenaikan nilai pasar korporasi global tahun ini. Penyedia perangkat keras komputer, semikonduktor, perangkat lunak, dan layanan cloud kini mencakup 209 perusahaan dalam daftar Global 2000, meningkat dari 186 perusahaan pada tahun lalu.

Nilai pasar gabungan kelompok perusahaan tersebut melonjak dari US$ 23,9 triliun menjadi US$ 41,4 triliun. Kenaikan hampir dua kali lipat itu menyumbang sekitar 57% dari total pertumbuhan nilai pasar seluruh perusahaan dalam daftar.

Produsen chip AI Nvidia menjadi salah satu pemenang terbesar dengan naik 20 peringkat ke posisi 27 dan menjadi perusahaan semikonduktor paling bernilai dalam daftar. Sementara itu, perusahaan Korea Selatan SK Hynix yang memasok chip memori bandwidth tinggi untuk server AI melonjak 107 peringkat ke posisi 48.

Di sektor perangkat keras, Hon Hai Precision Industry atau Foxconn naik 55 peringkat ke posisi 82 berkat pertumbuhan bisnis server AI. SanDisk juga kembali masuk ke dalam daftar dan menempati posisi 614 setelah sebelumnya berada di luar peringkat Global 2000.

Pada sektor perangkat lunak dan cloud, Alphabet naik ke posisi keempat, sedangkan CoreWeave yang berfokus pada layanan cloud AI melonjak 706 peringkat ke posisi 1.093. Kenaikan tersebut mencerminkan besarnya minat investor terhadap perusahaan yang menyediakan infrastruktur utama pengembangan AI.

 

 

Dampak AI

Dampak AI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga sektor material dan konstruksi yang menjadi bagian penting dalam pembangunan pusat data.

Forbes mencatat nilai pasar perusahaan material dalam Global 2000 meningkat 67,5%, sementara labanya tumbuh 38,6%. Investor memberikan valuasi lebih tinggi kepada produsen tembaga, litium, kobalt, bahan kimia, dan berbagai material lain yang dibutuhkan untuk semikonduktor dan pusat data.

Rio Tinto menjadi salah satu perusahaan yang diuntungkan dari tren tersebut. Perusahaan tambang asal Inggris-Australia itu naik 24 peringkat ke posisi 111 setelah menjalin kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memasok tembaga bagi pusat data di Amerika Serikat.

Produsen baja Nucor juga naik 84 peringkat ke posisi 416 seiring meningkatnya permintaan baja yang digunakan untuk menopang infrastruktur pusat data. Permintaan terhadap fasilitas penyimpanan server berkapasitas besar menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnisnya.

Di sektor konstruksi, nilai pasar industri meningkat 30,7% dan laba melonjak 46,4%. Comfort Systems USA menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat setelah naik 698 peringkat ke posisi 93 berkat lonjakan proyek pusat data dan industri semikonduktor.

Selain itu, Vertiv Holdings naik 353 peringkat ke posisi 821. Perusahaan penyedia sistem tenaga dan pendingin untuk pusat data AI tersebut melaporkan nilai pesanan yang belum dipenuhi mencapai USD 15 miliar pada akhir 2025, lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

 

 

JPMorgan Tetap Nomor Satu

Meski AI menjadi tema dominan dalam daftar tahun ini, Forbes menegaskan bahwa sektor perbankan masih mendominasi Global 2000 dari sisi jumlah perusahaan dan total aset.

JPMorgan Chase kembali menduduki posisi pertama untuk tahun keempat berturut-turut. Bank terbesar di Amerika Serikat tersebut memiliki aset sekitar USD4,9 triliun dan dinilai paling kuat berdasarkan kombinasi penjualan, laba, aset, serta nilai pasar.

Sebanyak 314 bank masuk dalam daftar tahun ini dengan total aset mencapai USD140,4 triliun atau lebih dari separuh total aset seluruh perusahaan Global 2000. Selain itu, terdapat 136 perusahaan jasa keuangan terdiversifikasi dan 113 perusahaan asuransi yang juga menghuni daftar tersebut.

Dalam jajaran 10 besar, Amazon naik ke posisi kedua dengan penjualan mencapai USD742,8 miliar dan nilai pasar USD2,8 triliun. Alphabet menempati posisi keempat, sementara Microsoft berada di posisi ketujuh seiring optimisme investor terhadap bisnis AI dan cloud.

Berkshire Hathaway, Saudi Aramco, serta Bank of America tetap berada di kelompok teratas berkat kekuatan laba dan arus kas yang besar. Tiga bank raksasa China, yakni ICBC, China Construction Bank, dan Agricultural Bank of China, juga masih menghuni daftar 10 besar perusahaan publik terbesar dunia.

Forbes menyimpulkan bahwa Global 2000 tahun ini mencerminkan perubahan besar dalam lanskap korporasi global. Jika sebelumnya kekuatan ekonomi dunia didominasi sektor keuangan, energi, dan ritel, kini investor semakin menempatkan perusahaan yang memproduksi chip, server, memori, serta infrastruktur AI sebagai motor pertumbuhan ekonomi masa depan.

Daftar Perusahaan Publik Terbesar Dunia:

  1. JP Morgan
  2. Amazon
  3. Berkshire Hathaway
  4. Alphabet
  5. Saudi Aramco
  6. ICBC
  7. Bank of America
  8. Microsot
  9. China Construction Bank
  10. Agricultural Bank of China

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6