Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Menhut Raja Juli Bilang Begini

Menteri Kehutanan Raja Juli menyebutkan faktor penyebab kebakaran Gunung Bromo meluas.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malang - Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan Gunung Bromo. Pemadaman menggunakan helikopter water bombing dilakukan di area lereng yang memang sulit diakses dari jalur darat. Menteri Kehutanan Raja Juli saat datang ke lokasi Gunung Bromo, Minggu (9/8/2026) mengatakan, setidaknya ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk memadamkan api kebakaran Gunung Bromo.

"Ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, mohon doanya supaya cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan, terutama di lereng yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat," kata Menhut Raja Juli.

Raja Juli juga menyebut, per hari ini pelaksanaan water bombing ditargetkan mampu berlangsung 30 kali dan kini sudah mencapai 17 kali pelaksanaan.

Meski demikian, lanjutnya kelancaran pemadaman dari jalur udara bergantung pada kondisi cuaca, khusus faktor hembusan angin yang mampu menghadirkan kendala pada proses penanganan kebakaran.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo mampu berjalan maksimal.

"Mohon doa supaya cuaca tetap baik sehingga bisa genap 30 kali dan titik api bisa dipadamkan," ujarnya.

Raja Juli menambahkan, upaya pemadaman kobaran juga tetap dilakukan oleh tim gabungan dari jalur darat.

Tak hanya itu, petugas di lapangan juga membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer guna mengantisipasi meluasnya titik api.

"Kejadian kemarin (meluasnya kebakaran di Bromo) karena faktor kelerengan dan hembusan angin yang sangat tinggi akhirnya membuat api loncat," katanya. 

Ia menambahkan, percepatan pemadaman api pun telah ditindaklanjuti dengan membuat incident commander. Melalui langkah itu, penanganan di lokasi kebakaran akan berjalan lebih terstruktur sehingga mempengaruhi langkah di lapangan.

"Tadi kami sudah rapat membuat incident commanders, semua kebutuhan dan tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan lebih baik," tuturnya.