Wells Fargo Pangkas Target Harga Saham Delta Air Lines

Wells Fargo menurunkan target harga saham Delta Air Lines menjadi USD 75, namun masih melihat potensi kenaikan lebih dari 23%.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 07:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan jasa keuangan Wells Fargo & Company menurunkan target harga saham Delta Air Lines dari USD 87 menjadi USD 75 per saham.

Dikutip dari MarketBeat, Selasa (17/3/2026), Wells Fargo tetap memberikan peringkat “overweight” untuk saham maskapai tersebut.

Target harga terbaru ini menunjukkan potensi kenaikan sekitar 23,73% dibandingkan harga penutupan saham sebelumnya.

Rekomendasi “overweight” berarti analis menilai saham tersebut berpotensi memberikan kinerja lebih baik dibandingkan rata-rata pasar atau sektor terkait.

Beberapa perusahaan sekuritas lain juga baru-baru ini merilis laporan mengenai saham Delta Air Lines.

Perusahaan investasi Susquehanna International Group menaikkan target harga saham Delta Air Lines dari USD $70 menjadi USD 85 serta memberikan peringkat “positif”.

Sementara itu, HSBC meningkatkan target harga saham dari USD 73,70 menjadi USD 80,20 dengan rekomendasi “buy”.

Rekomendasi serupa juga datang dari Barclays, yang menaikkan target harga dari USD 65 menjadi USD 85 dan memberikan peringkat “overweight”.

Selain itu, Bank of America meningkatkan target harga saham Delta dari USD 74 menjadi USD 80 dengan rekomendasi “buy”.

Perusahaan investasi Goldman Sachs juga menaikkan target harga saham Delta Air Lines dari USD 77 menjadi USD 80 dan tetap memberikan rekomendasi “buy”.

Secara keseluruhan, berdasarkan data MarketBeat, satu analis memberikan rekomendasi Strong Buy, 21 analis memberikan rekomendasi Buy, dan dua analis menyarankan Hold.

Konsensus analis saat ini menempatkan saham Delta Air Lines pada peringkat “Moderate Buy” dengan target harga rata-rata sekitar USD 78,93.

 

Kinerja Saham dan Laporan Keuangan Delta

Pada perdagangan Senin, saham Delta Air Lines naik USD 1,83 menjadi USD 60,61 per saham.

Sekitar 3,84 juta saham diperdagangkan pada hari tersebut, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume perdagangan harian yang mencapai 10 juta saham.

Delta Air Lines memiliki rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,60, rasio lancar 0,40, serta rasio cepat 0,34.

Harga rata-rata saham perusahaan selama 50 hari terakhir berada di kisaran US$67,96, sedangkan rata-rata 200 hari berada di sekitar US$64,11.

Dalam 12 bulan terakhir, saham Delta sempat menyentuh level terendah USD 34,74 dan tertinggi USD 76,39.

Perusahaan saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 39,59 miliar dengan rasio price-to-earnings (P/E) 7,89.

Pada laporan kinerja kuartalan yang dirilis 13 Januari, Delta Air Lines mencatat laba per saham (EPS) sebesar USD 1,55, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar USD 1,53.

Pendapatan perusahaan pada kuartal tersebut mencapai USD 14,61 miliar, meski masih di bawah perkiraan analis yang memproyeksikan USD 15,80 miliar.

Delta Air Lines mencatat margin laba bersih 7,90% dan return on equity 20,96%.