Daftar 72 Emiten Belum Bayar Biaya Pencatatan Tahunan hingga Denda

Hingga 11 Februari 2026, BEI mencatat ada 72 perusahaan tercatat atau emiten belum membayar biaya pencatatan tahunan atau ALF dan denda.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 72 perusahaan tercatat atau emiten yang belum membayar biaya pencatatan tahunan atau annual listing fee/ALF beserta denda hingga Rabu, 11 Februari 2026.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, ditulis Jumat (13/2/2026), BEI mencatat 930 emiten telah membayar ALF tepat waktu. Sementara itu, perusahaan tercatat atau emiten yang sudah membayar ALF tetapi melewati batas waktu pembayaran pada 30 Januari 2026 sebanyak 33 emiten.

Di sisi lain, perusahaan tercatat yang sudah membayar ALF tetapi belum membayar denda keterlambatan dengan efek berupa saham saja, saham dan obligasi dan obligasi saja sebanyak delapan emiten.

Selain itu, ada 72 perusahaan tercatat atau emiten dengan efek saham atau saham dan obligasi yang belum membayar ALF.

Berdasarkan ketentuan II.3 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang sanksi diatur dalam hal perusahaan tercatat dikenakan sanksi denda oleh bursa, denda itu wajib segera disetor ke rekening bursa maksimal 15 hari kalender terhitung sejak sanksi dijatuhkan oleh bursa.

“Apabila perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, bursa dapat melakukan penghentian perdagangan sementara saham perusahaan tercatat di pasar regular,” demikian seperti dikutip.

Adapun sehubungan dengan ketentuan Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00059/BEI/03-2023 tanggal 31 Maret 2023 perihal Penghentian Operasional Fixed Income Trading System (FITS) yang Memfasilitasi Perdagangan atas Efek Bersifat Utang, Sukuk, dan Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap di Bursa, maka Bursa tidak mengenakan sanksi Suspensi Efek bagi Perusahaan Tercatat yang hanya mencatatkan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

BEI menyatakan, bagi perusahaan tercatat belum membayar ALF dan atau denda keterlambatan hingga 14 Februari 2026, bursa akan melakukan suspensi efek terhadap 79 perusahaan tercatat dengan efek saham yang masih belum melunasi kewajiban pembayarannya mulai sesi pertama perdagangan efek pada Rabu, 18 Februari 2026.

Berikut daftar emiten yang belum membayar ALF dan Denda

1.ABBA:PT Mahaka Media Tbk

2. ADCP: PT Adhi Commuter Properti Tbk

3. AKKU: PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk

4. ARKA: PT Arkha Jayanti Persada Tbk

5. ARMY: PT Armidian Karyatama Tbk

6. ARTI: PT Ratu Prabu Energi Tbk

7. AYAM: PT Janu Putra Sejahtera Tbk

8. BEBS: PT Berkah Beton Sadaya Tbk

9. BIKA: PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

10. BIMA: PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk

 

Daftar Emiten Lainnya

11. BMTR: PT Global Mediacom Tbk

12. BOSS: PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

13. BTEL: PT Bakrie Telecom Tbk

14. CBMF: PT Cahaya Bintang Medan Tbk

15. CLAY: PT Citra Putra Realty Tbk Aktif

16. COAL: PT Black Diamond Resources Tbk

17. CPRI: PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

18. DEAL: PT Dewata Freightinternational Tbk

19. DPUM: PT Dua Putra Utama Makmur Tbk

20. DUCK: PT Jaya Bersama Indo Tbk

21. ENVY: PT Envy Technologies Indonesia Tbk

22. ENZO: PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk

23. ETWA: PT Eterindo Wahanatama Tbk

24. FIMP: PT Fimperkasa Utama Tbk

25. GAMA: PT Aksara Global Development Tbk

26. GDYR: PT Goodyear Indonesia Tbk

27. GTBO: PT Garda Tujuh Buana Tbk

28. HDIT: PT Hensel Davest Indonesia Tbk

29. HKMU: PT HK Metals Utama Tbk

30. HOME: PT Hotel Mandarine Regency Tbk

31. HOMI: PT Grand House Mulia Tbk

32. HOTL: PT Saraswati Griya Lestari Tbk

33. IIKP: PT Inti Agri Resources Tbk

34. INAF: PT Indofarma Tbk

35. INCF: PT Indo Komoditi Korpora Tbk

36. INDX: PT Tanah Laut Tbk

37. INPS: PT Indah Prakasa Sentosa Tbk

38. IPPE: PT Indo Pureco Pratama Tbk

39. JSKY: PT Sky Energy Indonesia Tbk

40. KAYU: PT Darmi Bersaudara Tbk

41. KBRI: PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

42. LIVE: PT Homeco Victoria Makmur Tbk

Emiten MAGP-SIMA

 

43. MAGP: PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

44. MENN: PT Menn Teknologi Indonesia Tbk

45. MGLV: PT Panca Anugrah Wisesa Tbk

46. MIRA: PT Mitra International Resources Tbk

47. MKNT: PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk

48. MNCN: PT Media Nusantara Citra Tbk

49. MRAT: PT Mustika Ratu Tbk Aktif

50. NUSA: PT Sinergi Megah Internusa Tbk

51. PLAN: PT Planet Properindo Jaya Tbk

52. POLL: PT Pollux Properties Indonesia Tbk

53. POOL: PT Pool Advista Indonesia Tbk

54. PTDU: PT Djasa Ubersakti Tbk

55. PURE: PT Trinitan Metals and Minerals Tbk

56. RAFI: PT Sari Kreasi Boga Tbk

57. RIMO: PT Rimo International Lestari Tbk

58. SAGE: PT Saptausaha Gemilangindah Tbk

59. SHID: PT Hotel Sahid Jaya Tbk

60. SIMA: PT Siwani Makmur Tbk

Emiten SMRU-WMPP

61. SMRU: PT SMR Utama Tbk

62. SQMI: PT Wilton Makmur Indonesia Tbk

63. SWAT: PT Sriwahana Adityakarta Tbk

64. TECH: PT Indosterling Technomedia Tbk

65. TIRA :PT Tira Austenite Tbk Aktif

66. TOPS: PT Totalindo Eka Persada Tbk

67. TRAM: PT Trada Alam Minera Tbk

68. TRIL: PT Triwira Insanlestari Tbk

69. TRIO: PT Trikomsel Oke Tbk

70. VIVA: PT Visi Media Asia Tbk

71. WINR: PT Winner Nusantara Jaya Tbk

72. WMPP: PT Widodo Makmur Perkasa Tbk