Bank Krom Respons Rencana OJK Hapus KBMI I, Siap Lakukan Penyesuaian Strategi

PT Bank Krom Indonesia Tbk (BBSI) menyatakan mencermati rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah mengevaluasi kemungkinan penghapusan kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I.

Diterbitkan 25 Desember 2025, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Krom Indonesia Tbk (BBSI) menyatakan mencermati rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah mengevaluasi kemungkinan penghapusan kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/12/2025), manajemen Bank Krom menjelaskan, hingga saat ini kebijakan terkait penghapusan KBMI I masih bersifat pedoman dan belum dituangkan dalam regulasi yang mengikat.

Meski demikian, perseroan menegaskan dukungannya terhadap langkah OJK yang bertujuan memperkuat struktur permodalan, mendorong konsolidasi perbankan nasional, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

Perseroan menilai, apabila ke depan OJK secara resmi menetapkan kebijakan tersebut, dampaknya tidak akan langsung mengganggu kelangsungan usaha Bank Krom. Namun, perseroan perlu melakukan peninjauan strategis dan penyesuaian, terutama terkait pemenuhan modal inti minimum dan arah strategi bisnis.

Dari sisi operasional, Bank Krom menyebut aktivitas usaha dan layanan kepada nasabah diperkirakan tetap berjalan normal. Kendati demikian, perseroan membuka peluang penyesuaian rencana bisnis, segmen usaha yang dibidik, serta prioritas ekspansi agar sejalan dengan arah kebijakan regulator.

Sementara itu, dari aspek keuangan, kebijakan penghapusan KBMI I berpotensi memengaruhi struktur permodalan perseroan. Bank Krom menyatakan kemungkinan perlunya penguatan modal, baik melalui pertumbuhan modal organik maupun alternatif strategis lainnya, yang selanjutnya dapat berdampak pada perencanaan keuangan dan strategi pendanaan ke depan.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen juga menyampaikan bahwa perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap struktur modal dan kinerja operasional, termasuk optimalisasi efisiensi serta penjajakan berbagai opsi strategis yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkait linimasa, Bank Krom menegaskan belum memiliki jadwal yang final dan mengikat karena kebijakan OJK mengenai perubahan kategori KBMI belum diterbitkan secara resmi. Perseroan berkomitmen untuk menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan kepada OJK dan BEI apabila terdapat perkembangan kebijakan, keputusan strategis, maupun rencana aksi korporasi yang bersifat material. 

 

Krom Bank (BBSI) Catat Laba Rp 73 Miliar di Kuartal II-2025

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang kuartal II-2025. Hingga akhir Juni, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 5,6 triliun, atau tumbuh hampir 4 kali lipat secara tahunan (YoY). Di saat yang sama, laba bersih meningkat sebesar 12,36% YoY menjadi Rp73,2 miliar.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menjelaskan, capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat dan memperkuat posisi Krom Bank sebagai bank digital terpercaya yang mampu menumbuhkan dana nasabah secara aman.

“Pertumbuhan DPK yang signifikan mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap Krom Bank sebagai tempat menyimpan dan mengembangkan dana, terutama seiring penawaran bunga deposito kami yang kompetitif,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).

Kredit Tumbuh 141%, NPL Membaik

Dari sisi penyaluran kredit, Krom Bank mencatat pertumbuhan 141,57% YoY menjadi Rp 6,52 triliun. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhannya mencapai 9,51% MoM. 

Tak hanya ekspansif, strategi kredit Krom Bank juga terbilang selektif dan disiplin. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berhasil ditekan menjadi 2,70%, membaik dibandingkan 3,93% pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar portofolio kredit Krom Bank masih didukung oleh skema channeling, dengan nilai mencapai Rp 5,85 triliun. Namun, ke depan, perusahaan berkomitmen untuk memperluas cakupan pembiayaan, terutama ke segmen ritel.

 

Likuiditas Membaik, Siap Ekspansi Berkelanjutan

Sejalan dengan meningkatnya DPK dan pertumbuhan kredit, posisi likuiditas Krom Bank juga membaik. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 115,58% per Juni 2025, menurun signifikan dari 184,12% pada Juni tahun lalu. Perbaikan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi Krom Bank untuk memperkuat fungsi intermediasi.

“Dengan struktur pendanaan yang solid dan pertumbuhan laba yang konsisten, Krom Bank berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi secara terukur,” ujar Anton.

“Keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan ketahanan likuiditas akan terus menjadi fokus utama kami dalam menjaga stabilitas dan daya saing di tengah tantangan ekonomi,” tambahnya.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah lembaga yang berfungsi untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor keuangan.
    OJK
  • liputan6
    Bank adalah lembaga yang menjadi pilihan yang aman untuk meminjam dan menyimpan uang.
    bank
  • bank krom
  • BBSI