Dari Sekolah ke Bengkel, Cara AHM Cetak Mekanik Masa Depan

Sebagai bagian dari pengembangan SDM, AHM menghadirkan Pos AHASS TEFA yang menjadi wadah bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja

Diterbitkan 24 September 2026, 16:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung perkembangan industri otomotif nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan AHM adalah mengembangkan konsep Teaching Factory (TEFA) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya yang berada di kawasan rural atau pedesaan di berbagai wilayah Indonesia.

Marketing Director PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi, mengatakan sepeda motor memiliki peran penting sebagai solusi mobilitas produktif masyarakat.

Karena itu, pengembangan industri sepeda motor perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM.

Hal tersebut disampaikan Octavianus dalam pemaparan Astra Media Day 2026, Rabu (23/9/2026).

"Semua dilakukan untuk mendukung visi Indonesia, yakni dari Indonesia, oleh Indonesia, dan untuk Indonesia," tegas Octavianus.

Sebagai bagian dari pengembangan SDM, AHM menghadirkan Pos AHASS TEFA yang menjadi wadah bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional layaknya berada di bengkel resmi.

Saat ini, terdapat 32 Pos AHASS TEFA yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Fasilitas tersebut membuka akses pengalaman magang dan praktik lapangan secara langsung bagi lebih dari 1.000 siswa setiap tahun.

Program ini terutama menyasar siswa di daerah rural yang selama ini menghadapi keterbatasan akses untuk mendapatkan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan standar industri.

Pos AHASS TEFA merupakan bagian dari pengembangan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda. Melalui konsep tersebut, pembelajaran di sekolah dipadukan dengan praktik nyata sesuai kebutuhan industri.

 

Sudah Bina 716 SMK Mitra

Pengembangan pendidikan vokasi oleh AHM telah berlangsung sejak 2010. Hingga kini, AHM telah membina 716 SMK Mitra Binaan dan 133 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di 37 provinsi.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 400.000 siswa serta melibatkan 4.282 guru binaan tersertifikasi.

Selain menjadi tempat untuk mengasah kemampuan calon mekanik, Pos AHASS TEFA juga menjalankan fungsi sebagai jaringan purna jual resmi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu menjaga performa sepeda motor konsumen di wilayah pelosok.

Dalam operasionalnya, pengerjaan servis di Pos AHASS TEFA dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda).

Para siswa juga mendapatkan pendampingan langsung dari teknisi supervisi AHASS mitra. Dengan demikian, proses praktik tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga memperkenalkan standar pelayanan yang diterapkan di jaringan bengkel resmi Honda.

Setiap Pos AHASS TEFA memiliki sekitar 3 hingga 4 pit kerja. Secara keseluruhan, 32 lokasi tersebut mampu melayani hingga 300 unit sepeda motor per hari.

Layanan yang tersedia mencakup perawatan berkala, penggantian oli, hingga penggunaan suku cadang asli Honda Genuine Parts (HGP).

Melalui pengembangan Pos AHASS TEFA, AHM tidak hanya memperluas akses pendidikan vokasi otomotif, tetapi juga menghadirkan pengalaman kerja langsung bagi siswa SMK di daerah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya AHM menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri otomotif sekaligus memperluas akses layanan purna jual sepeda motor Honda hingga ke wilayah pedesaan.