Edwin Soeryadjaya Beli 784.100 Saham SRTG

Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Edwin Soeryadjaya kembali membeli saham SRTG pada akhir September 2026.

Diterbitkan 24 September 2026, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Edwin Soeryadjaya meningkatkan kepemilikan saham SRTG. Langkah pembelian saham SRTG ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (24/9/2026), Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Edwin Soeryadjaya membeli saham SRTG dalam dua kali transaksi pada 22 dan 23 September 2026.

Pertama, Edwin membeli 330.000 saham SRTG pada 22 September 2026 dengan harga Rp 1.779 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham SRTG mencapai Rp 587,07 juta. Kedua, Edwin membeli 454.100 saham SRTG dengan harga Rp 1.791 per saham pada 23 September 2026. Nilai pembelian sahamnya mencapai R813,29 juta. Dengan demikian, total pembelian saham SRTG mencapai 784.100 saham dengan nilai Rp 1,4 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Edwin Soeryadjaya sebagai pengendali, dan akan mempertahankan pengendalian.

Setelah transaksi pembelian saham SRTG, Edwin Soeryadjaya mengenggam 4.877.383.290 saham SRTG atau setara 35,95%. Sebelumnya, ia memiliki 4.876.599.190 saham SRTG atau setara 35,95%.

Mengutip data RTI, berdasarkan penutupan harga saham Kamis pekan ini, saham SRTG melemah 1,11% menjadi Rp 1.780 per saham. Saham SRTG dibuka stagnan di Rp 1.800 per saham. Harga saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.800 dan terendah Rp 1.780 per saham. Total frekuensi perdagangan 395 kali dengan volume perdagangan saham 11.988 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,1 miliar.

Emiten SRTG Bakal Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri

Sebelumnya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan menjual saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri 2020 milai 18 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), perseroan telah merampungkan pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham pada 2020 yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2020. Jumlah keseluruhan saham yang telah dibeli kembali sebesar 17.579.300 saham.

“Sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan masih memiliki 4.876.200 saham hasil pembelian kembali yang belum dialihkan (saham treasuri 2020),” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring diatur dalam Pasal 49 POJK Nomor 29/2023, pembelian kembali saham yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebelum berlakunya POJK Nomor 29/2023 tetap mengikuti ketentuan dalam POJK Nomor 30/2017.

Seiring hal itu, perseroan akan menjual 4.876.200 saham treasuri 2020 melalui BEI. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan penjualan saham treasuri 202. Adapun pelaksanaan penjualan saham treasuri 2020 akan dimulai pada 18 Agustus 2026.

“Harga pengalihan saham treasuri 2020 akan mengacu pada pasal 20 huruf (a) POJK Nomor 30/2017,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Unitras Melepas 920 Juta Saham SRTG, Segini Nilainya

Sebelumnya, pemegang saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yakni Unitras Pertama melepas 920 juta saham SRTG. Langkah ini dilakukan untuk divestasi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (27/4/2026), Unitras Pertama melepas 920 juta saham SRTG dengan harga Rp 1.770 per saham pada 24 April 2026. Nilai transaksi penjualan saham SRTG itu mencapai Rp 1,6 triliun.

“Tujuan transaksi, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan SRTG, Unitras mengenggam 24,84% atau setara 3.369.610.000 saham SRTG. Sebelumnya Unitras memiliki 31,62% saham SRTG. Nilai itu setara 4.289.610.000 saham SRTG.