Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat penurunan pendapatan dan menekan rugi hingga September 2025. Pendapatan Merdeka Copper Gold turun 23% dan rugi terpangkas 48,15% hingga kuartal III 2025.
Sepanjang sembilan bulan yang berakhir pada September, Merdeka Copper Gold membukukan pendapatan sebesar USD 1,28 miliar, turun 23% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Sementara itu, rugi kepada pemilik entitas induk susut 48,15% menjadi USD 34,75 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 67,02 juta.
Di tengah penurunan pendapatan tersebut, Merdeka berhasil mencatat EBITDA sebesar USD 295 juta, meningkat 33% YoY. Pencapaian ini didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata emas, peningkatan margin emas hingga 59%, dan implementasi efisiensi biaya di seluruh rantai nilai nikel Merdeka yang terintegrasi, yang secara keseluruhan mencerminkan disiplin penerapan dan penguatan kendali operasional.
Advertisement
"Kinerja sembilan bulan 2025 mencerminkan kekuatan portofolio Merdeka yang terdiversifikasi serta fokus berkelanjutan kami pada profitabilitas dan kualitas eksekusi,” kata Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).
"Meskipun menghadapi tantangan operasional serta penurunan kontribusi pendapatan dari segmen pengolahan nikel, Merdeka tetap mampu mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 33%, didukung oleh harga emas yang lebih tinggi serta perbaikan margin di sebagian besar operasi sebagai hasil dari disiplin pengendalian biaya,” ia menambahkan.
Perseroan juga mencatat kemajuan signifikan pada proyek strategis Tambang Emas Pani yang dikembangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), ditandai dengan dimulainya kegiatan penumpukan bijih (ore stacking). Dengan capaian tersebut, EMAS tetap menargetkan dimulainya produksi emas pada kuartal pertama 2026sesuai rencana.
Target Produksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449047/original/022470100_1766046063-Merdeka_Copper_Gold-1.jpeg)
Selain itu, EMAS mengonfirmasi laju penumpukan bijih pada fasilitas heap leach serta kapasitas pabrik pengolahan emas dapat ditingkatkan hingga melampaui panduan sebelumnya sebesar 7 juta ton, sehingga memungkinkan peningkatan produksi emas tahunan.
Perseroan juga menargetkan percepatan pengembangan proyek Carbon-in-Leach (CIL) Pani, dengan pekerjaan konstruksi awal yang direncanakan dimulai pada kuartal pertama 2026 (1Q26). Studi Kelayakan (Feasibility Study) yang ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2026 kini disusun dengan basis kapasitas CIL sebesar 12 juta ton, menggantikan rencana awal yang memulai operasi pada kapasitas 7,5 juta ton dan kemudian meningkatkannya secara bertahap menjadi 12 juta ton.
Pendekatan ini memungkinkan kapasitas pengolahan yang lebih tinggi dicapai lebih awal dari rencana semula, serta mendukung potensi percepatan pencapaian target produksi puncak Tambang Emas Pani sebesar 500.000 ounces emas per tahun.
Advertisement
Tambang Emas Perseroan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449049/original/079889900_1766046123-Merdeka_Copper_Gold-3.jpeg)
Pada 2026, Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani diharapkan memberikan lonjakan signifikan terhadap produksi emas dan arus kas perseroan.
Di segmen nikel, operasi yang dijalankan melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan kinerja yang solid, dengan proyek-proyek utama berjalan sesuai dengan rencana pengembangan.
Produksi tambang nikel SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) meningkat dengan output saprolite sebesar 89% dan limonit sebesar 51%. Sementara itu, produksi Nickel Pig Iron (NPI) tercatat lebih rendah, namun tetap mampu mempertahankan tingkat margin yang sehat.
Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh pada fasilitas pirit, asam, logam klorida, serta pabrik katoda tembaga pada akhir 2025.
Dalam pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL), PT ESG New Energy Material (PT ESG) meningkatkan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) menjadi 7.181 ton dan mencatatkan penjualan sebesar 7.554 ton pada kuartal ketiga 2025.
Pembangunan Pabrik HPAL
Sementara itu, pembangunan pabrik HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), dengan kapasitas terpasang sebesar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, terus berjalan sesuai jadwal, dengan komisioning lini produksi pertama ditargetkan pada pertengahan 2026.
"Ke depan, Merdeka akan terus memprioritaskan alokasi modal yang disiplin, keunggulan operasional, serta penyelesaian proyek secara tepat waktu,” ujar Albert Saputro.
"Dengan posisi likuiditas yang kuat dan visibilitas pertumbuhan produksi dalam jangka pendek yang jelas, kami meyakini Merdeka berada pada posisi yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449048/original/032715000_1766046091-Merdeka_Copper_Gold-2.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8919467/original/008733300_1782953589-AP26183024263579.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110961/original/003017800_1783047335-sp3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111052/original/049202100_1783054835-063_2284418867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8634909/original/092138400_1782635479-000_B7AH3QR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288916/original/039645400_1783343653-AP26187200791478.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245840/original/052909900_1749414785-cristiano_ronaldo_gol_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_matthias_schrader.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823394/original/002382600_1714990270-Screenshot_2024-05-06_170524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3576530/original/075026900_1632052148-Dharma-Group1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1556410/original/099601400_1491299461-ISHG5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536393/original/098067000_1774323924-JBA_Indonesia.jpg)