Saham BRMS Melompat 24,87%, Begini Kata Analis

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih bertahan di zona hijau pada perdagangan saham, Jumat, (12/12/2025).

Diterbitkan 12 Desember 2025, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat signifikan hingga sesi kedua perdagangan saham Jumat, (12/12/2025). Kenaikan harga saham BRMS terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bervariasi.

Mengutip data RTI,  harga saham BRMS naik 24,87% ke posisi Rp 1.230 per saham pada Jumat sore pukul 15.25 WIB. Harga saham BRMS dibuka naik 30 poin ke posisi Rp 1.015 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 1.230 dan level terendah Rp 1.005 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 176.087 kali dengan volume perdagangan saham 25.472.246 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,9 triliun. Seiring kenaikan harga saham BRMS, kapitalisasi pasar perseroan menjadi Rp 174,39 triliun.

Selama sebulan terakhir, harga saham BRMS melonjak 25,51%. Sedangkan secara year to date (ytd), harga saham BRMS melompat 205,97%, demikian mengutip berdasarkan data Google Finance.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, harga saham BRMS menguat seiring masih uptrend dan break dari level resistance Rp 1.190 disertai dengan munculnya volume beli. “MACD goldencross di area positif dengan stochastic yang menguat ke area overbought,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,40% ke posisi 8.654. IHSG dibuka naik 31,28 poin menjadi 8.651,76 dari pembukaan sebelumnya 8.620,48. Indeks saham LQ45 bertambah 0,09% ke posisi 847,81. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada sesi kedua, sebanyak 388 saham melemah sehingga bebani IHSG. 276 saham menguat dan 135 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.718.630 kali dengan volume perdagangan saham 46,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 26 triliun.

BRMS Kantongi Pinjaman Sindikasi Bank USD 625 Juta, Ini Tujuannya

Sebelumnya, emiten PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menandatangani fasilitas pinjaman jangka panjang dengan sindikasi perbankan. Sindikasi bank tersebut antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega dan BCA pada Senin, (24/11/2025).

Total pinjaman yang didapatkan sekitar USD 625 juta yang masing-masing sekitar USD 425 juta atau sekitar Rp 7,09 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.688) untuk PT Citra Palu Minerals (CPM) dan USD 200 juta atau sekitar Rp 3,33 triliun untuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

"Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu enam tahun termasuk grace periode sekitar 10 bulan. Pinjaman itu akan jatuh tempo pada 31 Desember 2031,” ujar Chief Financial Officer & Direktur Bumi Resources Minerals, Charles Gobel seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, (24/11/2025).

Fasilitas pinjaman USD 425 juta untuk CPM yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah pada kuartal ketiga 2027, dan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) yang pertama dari 500 ton ke 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat 2026.

2. Mendanai keperluan modal kerja dan belanja modal dari CPM.

3. Melunasi pinjaman USD 120 juta dari Bank Mega.

Fasilitas pinjaman USD 200 juta untuk BRMS yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Melakukan aktifitas pengeboran dan eksplorasi oleh PT Gorontalo Minerals (GM) demi meningkatkan sumber daya dan cadangan mineral tembaga di Gorontalo.

2. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Linge, Aceh.

3. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Suma Heksa Sinergi (SHS) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Lebak, Banten.

Tujuan Pinjaman

Chief Executive Officer dan Direktur Utama Bumi Resources Minerals, Agus Projosasmito menuturkan, fasilitas pinjaman tersebut membantuk perseroan untuk mencapai tiga tujuan utama.

Pertama, pinjaman tersebut diperlukan untuk mendanai peningkatan kapasitas pemrosesan salah satu pabrik emas perseroan di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026. “Oleh karenanya produksi emas akan meningkat pada kuartal keempat 2026,” ujar Agus.

Kedua, pinjaman tersebut membantu perseroan untuk menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah di Palu.

"Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan produksi emas BRMS secara signifikan pada semester kedua tahun 2027, mengingat prospek tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kadar emas tinggi di kisaran 4,9 g/t,” kata Agus.

Ketiga, pinjaman tersebut digunakan untuk aktifitas pengeboran & eksplorasi di beberapa lokasi tambang di Gorontalo dalam 18 bulan ke depan.

"Kami berharap untuk dapat meningkatkan jumlah sumber daya dan cadangan mineral tembaga kami di Gorontalo, dan mengumumkan hasil pengeborannya pada semester pertama tahun 2027,” tutur dia.