Profil Yohanes Surya yang Mundur dari Komisaris Telkom Indonesia, Tokoh Sains Indonesia

Telkom menerima surat pengunduran diri Yohanes Surya, fisikawan yang dikenal sebagai pelatih Tim Olimpiade Fisika Indonesia.

Diterbitkan 22 November 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan pengunduran diri Komisaris Independen, Yohanes Surya. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Pada tanggal 20 November 2025 Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Yohanes Surya selaku Komisaris Independen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk,” tulis Telkom dalam keterangan resmi, sabtu (22/11/2025).

Telkom memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak berdampak signifikan pada kegiatan usaha. Perseroan juga menegaskan akan memproses langkah selanjutnya sesuai ketentuan regulator.

Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan digelar pada Desember 2025 untuk membahas posisi Komisaris Independen yang ditinggalkan.

Mengutip laman resmi perseroan, Yohanes Surya mulai menjabat sebagai Komisaris Independen Telkom sejak 2025. Sebelum terjun ke industri telekomunikasi, ia dikenal luas sebagai akademisi dan peneliti. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Surya University, STKIP Surya, hingga Nusantara Multimedia University.

Yohanes juga memiliki rekam jejak kuat di dunia riset dan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Pria kelahiran Jakarta, 6 November 1963 ini meraih gelar M.Sc dan Ph.D bidang Fisika dari College of William and Mary, Amerika Serikat.

 

Doktor dengan Predikat Cum Laude

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana Fisika di Universitas Indonesia pada 1986, Yohanes Surya mengawali karier sebagai pengajar di SMAK Penabur Jakarta. Dorongan para dosennya membuat Yohanes melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar master pada 1990 dan doktor pada 1994 dengan predikat cum laude.

Sempat bekerja sebagai Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF Virginia, Yohanes sebenarnya telah mendapatkan green card yang memudahkannya berkarier di AS. Namun, ia memilih kembali ke Indonesia demi mengembangkan dunia sains dan membawa harum nama bangsa melalui olimpiade fisika.

Komitmennya itu diwujudkan dengan membentuk dan melatih Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI). Sejak akhir 1994, Yohanes aktif membina para siswa hingga berhasil meraih banyak medali di ajang International Physics Olympiad (IPhO).

 

Mengembangkan Metode GASING

Selain fokus pada pembinaan talenta muda, Yohanes Surya juga dikenal dengan kontribusi besarnya dalam dunia pendidikan melalui pengembangan metode GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan). Metode ini menekankan proses belajar bertahap, dimulai dari konsep paling sederhana hingga ke tingkat yang lebih kompleks.

Pendekatan GASING memungkinkan anak-anak memahami matematika dengan lebih cepat melalui latihan logika, aktivitas kreatif, hingga metode visual. Cara ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga mampu berpikir logis dalam menyelesaikan soal.

Dengan metode tersebut, banyak siswa mampu mengerjakan hitungan besar, seperti 121 x 212, tanpa catatan. GASING juga mendukung pemahaman soal cerita dan pengembangan kemampuan eksplorasi.