Liputan6.com, Ubud - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai investor muda, khususnya Generasi Z, kini menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar modal Indonesia. Berdasarkan data KSEI per 7 November 2025, jumlah investor mencapai 19,32 juta, dan 54,20% di antaranya berusia di bawah 30 tahun.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menyebut lonjakan investor muda bukan hanya sekadar fenomena musiman, tetapi tren besar yang dimulai sejak pandemi dan terus berlanjut hingga 2025.
“Dari 2020 ke 2021 itu kenaikan jumlah investor pasar modal kita hampir 100 persen 92,99 persen. Itu waktu covid, jadi memang ada hikmah juga dibalik covid itu ya karena memang mungkin orang harus di rumah jadi mencari alternatif-alternatif kesibukan yang kebetulan di sini positif sehingga dia masuk ke pasar modal Indonesia,” ujarnya dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).
Advertisement
Setelah ledakan investor pada masa pandemi, minat dari segmen Gen Z tetap konsisten meningkat. Per 7 November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat 19,3 juta, dan kelompok usia muda menjadi mayoritas.
“Dan dari tahun ke tahun semenjak itu terus meningkat dan per 7 November kemarin ternyata kalau tadi Pak Emano mengungkapkan 19,1 di akhir tahun, akhir bulan lalu ternyata kalau kita hitung per 7 November 2025 itu ternyata sudah 19,3 juta SDP kita.”
OJK melihat dominasi lebih dari setengah investor berasal dari usia di bawah 30 tahun sebagai peluang strategis. Seiring bertambahnya usia dan peningkatan kemampuan finansial, kelompok ini diperkirakan memperbesar nilai investasinya di pasar modal.
Data dalam materi OJK juga mencatat bahwa meski nilai aset investor muda masih relatif kecil, potensi pertumbuhannya sangat tinggi karena mereka berada pada fase awal perjalanan finansial.
OJK Optimistis Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta pada Awal 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5413915/original/096138800_1763211183-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK__Inarno_Djajadi.jpg)
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, optimistis jumlah investor pasar modal Indonesia bisa menembus 20 juta Single Investor Identification (SID) pada kuartal I-2026.
“Mungkin pertengahan atau kuartal I-2026 itu sudah mencapai 20 juta SID,” kata Inarno dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).
Ia menuturkan, lonjakan jumlah investor masih akan didominasi oleh investor ritel. Kendati demikian, OJK berharap peran investor institusional domestik dapat semakin meningkat di pasar modal.
"Tentunya ini lebih banyak kepada investor retail. Kami yang lebih berharap lagi adalah institutional domestic untuk perannya semakin besar lagi ke pasar modal,” lanjutnya.
Target tersebut selaras dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2022–2027 yang menetapkan sasaran 20 juta SID pada akhir periode 2027. Ia menambahkan bahwa OJK akan terus memperluas basis investor melalui penguatan Systematic Investment Plan (SIP) serta peningkatan partisipasi investor domestik dan global.
Advertisement
Investor Pasar Modal hingga November 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
Hingga November 2025, data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah investor pasar modal mencapai 19,32 juta SID, tumbuh 30 persen secara year-to-date dibanding posisi akhir 2024.
Dari sisi kepemilikan aset, porsi investor domestik mendominasi dengan 62,77 persen, sementara investor asing memegang 37,23 persen.
Pada kesempatan yang sama, Inarno juga menyampaikan proyeksi terkait kapitalisasi pasar modal Indonesia yang diperkirakan dapat menyentuh 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025. Saat ini kapitalisasi pasar telah berada di level 69,18 persen dari PDB, melampaui target dalam RPJMN 2025–2029 yang sebesar 68 persen.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414320/original/085990200_1763275946-Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK_-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297765/original/058909300_1784106057-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-15_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315630/original/055084400_1785844125-Ketua_DK_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-4_Agustus_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315602/original/072742000_1785842478-Wakil_Ketua_OJK_Hernawan_Bekti_Sasongko-4_Agustus_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315696/original/034025800_1785852992-IMG_6237.jpg)