Emiten BSSR Bakal Tebar Dividen Interim 2026 Rp 406,16

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim 2026 oleh PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR).

Diterbitkan 22 September 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Baramulti Suksesarana Tbk (BSSR) akan membagikan dividen interim I Tahun Buku 2026 sebesar US$ 60 juta.Pembagian dividen interim perseroan berdasarkan direksi dan dewan komisaris perseroan pada 17 September 2026.

Pembagian dividen itu untuk 2.616.500.000 lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Seiring pembagian dividen interim itu, pemegang saham perseroan akan mendapatkan US$ 0,0229314 atau setara Rp 406,16. Konversi dividen itu berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada 17 September 2026, per dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 17.712.

Perseroan membagikan dividen interim dengan mempertimbangkan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 63,014 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$ 190,13 juta dan total ekuitas sebesar US$ 266,35 juta.

Berikut jadwal pembagian dividen interim perseroan:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 September 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 30 September 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 1 Oktober 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 2 Oktober 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 1 Oktober 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 9 Oktober 2026

Penutupan IHSG pada 21 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Senin, (21/9/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,88% menjadi 6.384,72. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,93% menjadi 634,29. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak volatile pada hari ini dan ditutup kembali terkoreksi.

“Kami mencermati, masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi,” ujar Herditya, saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, di sisi lain memanasnya kondisi Rusia Ukraina dan Timur Tengah juga menjadi sentimen tersendiri bagi pergerakan IHSG.

“Kami juga mencermati adanya wait and see pasar menjelang RDG BI, apakah BI rate juga akan ikutan naik atau cenderung stay serta pergerakan nilai tukar Rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya.

 

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.451,33 dan terendah 6.381,57. Sebanyak 354 saham melemah sehingga bebani IHSG. 280 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.833.093 kali dengan volume perdagangan saham 26,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.825.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,21% dan sektor saham transportasi bertambah 0,55%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur melemah 1,38%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham energi terpangkas 0,93%, sektor saham basic tergelincir 0,88%, sektor saham industri merosot 0,82%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,94%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,45%. Lalu sektor saham keuangan melemah 0,36%, sektor saham teknologi turun 0,10%.