PT Vale Catat Laba Bersih USD 52,4 Juta hingga Kuartal III 2025

Produksi nikel matte selama kuartal ketiga mencapai 19.391 metrik ton, naik 4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan produksi ini menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bersih PT Vale.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO), emiten tambang nikel, membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,62% sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba periode berjalan hingga September 2025 tercatat mencapai USD 52,44 juta atau sekitar Rp 869 miliar (asumsi kurs Rp 15.568 per dolar AS), meningkat dibandingkan USD 51,10 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar USD 705,38 juta, sedikit menurun 0,45% dari USD 708,56 juta pada tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan justru naik tipis 0,56% menjadi USD 631,90 juta secara tahunan.

Produksi nikel matte selama kuartal ketiga mencapai 19.391 metrik ton, naik 4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, total produksi nikel matte pada Januari–September 2025 tercatat 54.975 metrik ton, atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain produksi nikel matte, PT Vale juga memperluas lini bisnis dengan penjualan perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Pengiriman dari tambang Bahodopi bahkan dilakukan lebih cepat dari jadwal, yakni pada Juli 2025, meskipun semula direncanakan pada kuartal keempat.

 

Penjualan Bijih Saprolit

Selama sembilan bulan pertama 2025, total volume penjualan bijih saprolit mencapai 896.263 metrik ton basah, menunjukkan kemampuan operasional yang adaptif terhadap dinamika pasar.

Hingga akhir September 2025, posisi kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar USD 496,3 juta, sedikit turun dari USD 506,7 juta pada akhir Juni. Sementara itu, belanja modal mencapai USD 331,4 juta, meningkat signifikan dibandingkan USD 200,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer PT Vale, Rizky Putra, menjelaskan hasil keuangan pada triwulan ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang didorong oleh produksi yang lebih tinggi, peningkatan nilai jual nikel, dan pengendalian biaya yang disiplin.

“Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi,” ujar Rizky dalam keterangannya.

 

Harga Rata-rata Nikel

Rizky menambahkan pertumbuhan kinerja ini dipicu oleh meningkatnya volume penjualan produk nikel matte serta bijih saprolit.

Adapun harga rata-rata nikel matte stabil di level USD 12.272 per ton, mencerminkan kondisi pasar yang relatif solid meskipun harga global mengalami penyesuaian.